logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 24 Januari 2004 Jawa Tengah  
Line

Digilir Lima Pemuda, Melapor Polisi

PEMALANG - Bunga (sebut saja namanya demikian), warga Dukuh Cokrah Kelurahan Mulyoharjo akhirnya melapor ke Polres Pemalang setelah digilir lima pemuda, Rabu (21/1) lalu. Dalam kasus itu polisi telah memeriksa lima pemuda, tapi belum bisa memastikan peristiwa itu sebagai tindak pidana perkosaan.

Peristiwa itu cukup menggegerkan warga sekitar. Rumah Bunga yang sangat sederhana menjadi perhatian banyak orang. Setiap ada orang datang, termasuk wartawan, warga dengan cepat berkumpul ingin melihat. Namun, keluarganya tampak tenang menghadapi situasi tersebut.

Kakak korban Kas (25) menceritakan, dia mengetahui ada keganjilan pada diri korban ketika mendengar adiknya mengeluh kesakitan saat buang air kecil. Ketika dia menemukan celana dalam korban penuh noda putih, kecurigaannya bertambah besar. Dia lalu bertanya kepada teman dekat korban.

''Waktu itu saya mendengar cerita dari teman Bunga, yaitu Dian, bahwa adik saya telah dinodai beberapa temannya. Lantas hal itu saya laporkan kepada polisi,'' katanya didampingi ibunya Rojah (52).

Diakui adiknya sering main keluar, sehingga dia tidak curiga. Pada malam itu korban diajak ke Desa Cibelok. Sampai di sebuah jembatan, korban digilir beberapa pemuda. Lalu dia diajak jalan-jalan ke Alun-alun Pemalang. Setelah itu, mereka mampir ke sebuah gedung sekolah di Dukuh Gatungan. Di tempat itu korban juga dinodai.

Kapolres AKBP Drs Moechgiyarto lewat Kaur Bin Ops Reskrim Iptu Suwarno mengatakan, melihat rentetan peristiwa itu, polisi masih meragukan hal tersebut merupakan pemerkosaan. Polisi memeriksa lima pemuda yang menodai Bunga. Mereka adalah Ari, Nur, Adnan dari Gatungan serta Slamet asal Dukuh Pepunden dan Agung warga Jalan Dieng.(sf-17e)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA