logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 19 Januari 2004 Jawa Tengah - Banyumas  
Line

Tomi Buntung Mulai Disidang

CILACAP - Masih ingat Tomi Buntung? Dia tersangka kasus penculikan yang menggegerkan masyarakat, September lalu. Kasus itu dibicarakan banyak orang karena selain menculik, dia juga memeras keluarga korban yang diculik. Pemerasan itu melibatkan Tomi sekeluarga.

Setelah sekian lama tak terdengar beritanya, sosok Tomi Buntung muncul di hadapan publik lagi sejak pekan lalu. Tomi Buntung alias Tono Andrianto (58) dan keluarganya mulai disidang di PN Cilacap.

Tomi Buntung bersama istri dan menantu (Maryati dan Imas) disidang sejak Senin (12/1) lalu dengan dakwaan melakukan penculikan dan pemerasan. Dalam persidangan tersebut, Tomi sebagai orang pertama yang disidang, didampingi Ari Sulanjari SH sebagai salah satu kuasa hukumnya.

Sidang dipimpin Henricus Sujatmo SH didam-pingi hakim anggota Muslih Bambang Luqmono SH dan Wahyu Prasetyo Wibowo SH. Sebagai jaksa yaitu Mukti Wibowo.

Agenda sidang pekan lalu yang dilanjutkan hari ini (Senin, 19/1) adalah pemeriksaan para saksi. Dalam dakwaannya, jaksa menuduh para terdakwa melanggar UU No 22 Tahun 2003 tentang Perlindungan Anak, yaitu melakukan perbuatan berupa memperdagangkan, menjual, atau menculik anak untuk sendiri atau untuk dijual.

Ancaman hukuman atas tindakan kejahatan tersebut adalah penjara maksimal 15 tahun atau denda maksimal Rp 300 juta. Selain itu, Tomi Buntung juga dijerat dengan Pasal 55 KUHP jo Pasal 328 KUHP tentang penculikan. Adapun Maryati (47) dan Imas (18) dikenai tuduhan subsider dengan Pasal 328 KUHP dan Pasal 56 KUHP, yaitu ikut melakukan penculikan.

Seperti diberitakan Suara Merdeka, Tomi dan keluarganya ditangkap petugas Polres Cilacap pada Jumat 26 September 2003. Modus operandi kejahatan mereka adalah berpura-pura bertamu lalu menculik anak dari orang yang rumahnya mereka sambangi. Setelah berhasil menculik, mereka memeras orang tua anak-anak yang mereka culik.

Dari penyidikan polisi terungkap, selain menculik dan memeras, mereka ternyata juga tak segan menyakiti dan betindak sadis terhadap korban. Bahkan, salah satu korban penculikan ditemukan tewas dengan tubuh terpotong-potong.

Beberapa korban penculikan tersebut adalah Untung Bahari Sanjaya (3,5) asal Cilacap, Riska (6, Cianjur), Nabilah (1,5, Jakarta), dan Dwi Yuliana Suwanti (9, Jakarta). Dari para orang tua korban, mereka berhasil mendapat uang tebusan Rp 60 juta.

Yang membuat orang tak habis pikir adalah walau sudah diberi uang tebusan, para penculik tetap menyekap anak-anak malang itu dan terus meminta tebusan. Bahkan, korban Dwi Yuliana dan Nabilah kemudian dibunuh. (G21-81e)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA