logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 17 Januari 2004 Berita Utama  
Line

Dewan Pendidikan Mendesak Dibentuk

SEMARANG- Untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Jateng, Komisi E DPRD Jateng mengusulkan agar Pemprov Jateng segera membentuk Dewan Pendidikan Provinsi. Sebab, Dewan Pendidikan Nasional dan Dewan Pendidikan Kabupaten/Kota kini sudah terbentuk dan terbukti cukup eksis dalam pengawasan pendidikan.

''Secara pribadi saya merespons ide Pak Gub (Gubernur Mardiyanto-Red) untuk membentuk Dewan Pendidikan. Karena itu, Komisi E akan segera menindaklanjuti rencana itu,'' kata Ketua Komisi E DPRD Jateng Drs H Ali Hanan Fatah MSi kepada wartawan di Gedung Berlian, kemarin.

Dia menjelaskan, dasar pembentukan Dewan Pendidikan mengacu pada UU Nomor 22/1999 Bab III pasal 4: Dalam rangka pelaksanaan desentralisasi disusun dan dibentuk daerah provinsi, kabupaten dan kota, yang berwenang mengatur untuk kepentingan masyarakat setempat berdasarkan aspirasi masyarakat.

''Saya kira keberadaan Dewan Pendidikan Jateng sudah mendesak, karena itu perlu segera direalisasikan,'' tegasnya.

Dia mengaku prihatin melihat kondisi dan kualitas pendidikan di Jateng. Padahal, kualitas SDM sangat bergantung pada mutu pendidikan. ''Kalau mutu pendidikan baik, hasilnya SDM juga baik. Sebaliknya, jika mutu pendidikan bobrok, kualitas SDM juga diragukan.''

Jembatan

Ali Hanan mengemukakan, berdasarkan data Human Development Index (HDI), kualitas SDM Indonesia sangat jauh tertinggal jika dibandingkan dengan negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan Hong Kong.

''Masak kualitas SDM Indonesia hanya satu peringkat di atas Vietnam, negara yang belum lama merdeka,'' ujarnya.

Dia memaparkan, sesuai dengan Kepmendiknas Nomor 044/V/2000 bertanggal 2 April 2000, peran Dewan Pendidikan signifikan. Misalnya memberikan petunjuk dalam menentukan kebijakan pendidikan, dukungan yang bersifat finansial atau pemikiran, tenaga di bidang pendidikan, dan mengontrol mutu pendidikan.

Fungsi lainnya, sebagai jembatan antara lembaga eksekutif, legislatif dan masyarakat pendidikan. Dengan demikian, akan terjadi satu kesatuan baku untuk memanjukan kualitas pendidikan di Jateng. Karena itu, paling tidak Dewan Pendidikan akan menjadi mediator bidang pendidikan yang meliputi kebijakan, kriteria, kinerja, dan tenaga pendidikan.

Tentang keanggotaan Dewan Pendidikan, dia berharap, mencakup berbagai kalangan, misalnya tokoh pendidikan, tokoh masyarakat, pengelola yayasan pendidikan, pondok pesantren, Kadin, unsur eksekutif dan legislatif. (D14-78j) l


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA