logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 16 Januari 2004 Olahraga  
Line

PSIS Harus Putar Kompetisi 2004

SEMARANG-Setelah vakum satu musim, klub-klub anggota meminta PSIS memutar Kompetisi Divisi I dan II tahun ini. Hal itu mengemuka dalam acara dengar pendapat dari klub-klub anggota PSIS di Rumah Makan Nusantara, Kamis siang kemarin.

Rata-rata mereka kecewa karena kompetisi periode 2003 tidak diputar. Padahal, 25 klub sudah mempersiapkan tim. Yang terjadi, pada waktunya, ternyata, gagal dilaksanakan.

"Sudah jelas kami kecewa, karena sudah telanjur mengajukan anggaran untuk kompetisi. Akhirnya kompetisi dibatalkan. Untuk kompetisi 2004 harus diperjelas kapan waktunya, sehingga kami tidak malu untuk yang kedua kalinya," tutur salah satu wakil dari Klub Unnes Semarang.

Hal senada juga disampaikan oleh Alil Rinenggo, yang mewakili juara bertahan, PS POP. "Waktunya harus segera ditentukan, sehingga klub-klub bisa segera mempersiapkan diri," pintanya.

PMC meminta kompetisi 2004 diformat secara lebih baik. Waktu kompetisi supaya dipersingkat, tidak berjalan sampai sembilan bulan seperti yang pernah terjadi.

Usia Pemain

Demikian halnya usia pemain, juga harus dibatasi. Dikhawatirkan mantan pemain-pemain PSIS tempo dulu masih ikut memperkuat klub, sehingga kompetisi tidak mencapai sasaran yang dituju.

"Kami anggap kita pernah menjalankan kompetisi terpanjang di dunia, karena berlangsung sampai sembilan bulan. Maka, waktu kompetisi nanti supaya bisa dipersingkat. Usia pemain juga harus dibatasi, supaya menghasilkan pertandingan-pertandingan yang bermutu," pinta Budi Cipto, wakil dari PMC.

Mantan kiper PSIS ini khawatir kalau kompetisi sampai berjalan sembilan bulan lagi, para peserta akan mengalami kesulitan pemain. Ini pernah dialami PMC pada musim 2002. Satu menit menjelang pertandingan dimulai, hanya ada delapan pemain yang datang, karena banyak yang "ngobyek" ikut tarkam.

Dalam pertemuan yang diprakarsai oleh Undip, SSS dan Garuda ini, tersirat harapan dana kompetisi berasal dari PSIS, sesuai dengan apa yang tercantum dalam AD/ART. Pada musim 2002, dihabiskan biaya sebesar Rp 100 juta.

"Kami masih tetap berharap dana PSIS, seperti musim sebelumnya. Kalau tidak, kompetisi akan tetap jalan, karena Pak Gozali sudah siap mengeluarkan uang pribadi untuk membiayai kompetisi," aku Sekretaris Umum Garuda, Iwan Anggoro. Dalam pertemuan tersebut juga hadir antara lain pembina PS Undip Sugi Sandikrama dan Ketua Harian SSS, Amir Machmud NS. (C16-22)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA