logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 16 Januari 2004 Olahraga  
Line

Apacinti Terlibat Kasus Suap Rp 60 Juta

SEMARANG- PS Apacinti terlibat suap saat tampil dalam putaran nasional Kompetisi Divisi II 2003. Mereka disuap Rp 60 juta. Kecurigaan itu muncul setelah tim dari Bawen ini kalah dengan selisih gol yang mencolok, 0-8, dari Mitra Kutai Kertanega, Kaltim, di Gorontalo beberapa waktu lalu.

"Untuk membuktikan hal itu, dibutuhkan waktu yang lama. Semula akan diselesaikan secara kekeluargaan. Tetapi, waktu itu tidak ada yang mau mengakui. Penyelidikan lalu dilimpahkan ke Polsek Bawen. Di Polsek, mereka baru mengakui," tutur salah satu sumber yang layak dipercaya.

Pada Oktober 2003, ada 21 pemain dan lima ofisial yang diduga terlibat, karena jumlah personel sebanyak itu yang berangkat ke Gorontalo. Namun waktu disidang secara kekeluargaan tidak ada yang mengaku. Bahkan, ada salah satu ofisial yang lantang membantah.

"Waktu itu saya mendengar sendiri, ada salah seorang yang bicara lantang, 'Kalau ada suap saya siap dipecat'," tuturnya menirukan ucapan salah satu ofisial yang hadir saat itu.

Saat berangkat ke Gorontalo, September, tim sudah dibekali handycam, untuk merekam pertandingan-pertandingan mereka di Gorontalo. Namun, kaset rekaman saat kalah telak 0-8 tidak dibawa pulang. Alasannya kaset itu dibuang karena kecewa dengan kekalahan telak tersebut.

"Pihak Apacinti tidak menerima begitu saja, justru semakin curiga setelah adanya pembuangan kaset rekaman. Apalagi kalau Mitra hanya menang tiga sampai empat gol, mereka belum lolos. Yang lolos justru Persiss Sorong yang main di grup lain," tandasnya.

Dilaporkan ke Komda

Jumlah uang yang diterima tiap-tiap pemain, kata sumber yang wanti-wanti namanya dirahasiakan, bervariasi. Dia menyebut Rp 1 juta sampai Rp 5 juta. Mengenai jumlah yang diterima ofisial, dia tidak tahu-menahu.

Namun, jumlah keseluruhan yang diterima tim mencapai Rp 60 juta. "Setelah disidik, uang itu dikembalikan untuk barang bukti."

Kapolsek Bawen AKP Teguh Sutiyarso mengakui, pihaknya pernah menyidik kasus tersebut. Sayang, ketika dihubungi yang bersangkutan sedang berada di luar kantor. "Semuanya masih ada dalam berkas di kantor," tambah dia.

Kronologi kejadian sudah dilaporkan ke Komda PSSI, termasuk siapa-siapa yang terlibat juga disebutkan dengan jelas. Jumlah uang Rp 60 juta juga ada di dalam laporan yang ditandatangani Direktur Keuangan Apac Inti Corpora, Annas Bahfen, yang juga pembina cabang sepak bola di perusahaan tersebut.

Sekretaris Komda PSSI Jateng, Drs Janu Ismanto MS membenarkan adanya laporan dari Apac Inti Corpora mengenai dugaan suap yang menimpa sejumlah pemain klub Divisi II ini. Namun Janu tidak mau menyebut secara terperinci.

"Memang benar, kami baru saja mendapat laporan mengenai masalah tersebut. Hanya itu saja yang baru bisa kami sampaikan. Sebab laporan ini akan kami bawa dalam Rakerda PSSI Jateng pada 18 Januari," jelasnya.

Pembina PS Apacinti Annas Bahfen mengakui, timnya memang terlibat kasus siap. Dia meminta maaf pada masyarakat Jawa Tengah atas kasus yang menimpa kesebelasan binaannya ini. Dia menyerahkan sepenuhnya kasus ini pada pihak berwajib.(C16,H4,E4-22i)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA