
| Jumat, 16 Januari 2004 | Olahraga |
Karakter Khas PSMS Belum TerbentukMEDAN- PSMS yang menjadi lawan PSIS Semarang besok sore, sejauh ini dinilai belum menunjukkan karakter khas anak-anak Medan. Mereka dikenal biasa bermain keras, ngotot, dan pantang menyerah, tetapi tetap menjunjung sportivitas tinggi. Pemerhati sepak bola Medan, Drs H Randiman Tarigan ketika Kamis kemarin dimintai komentarnya mengenai permainan PSMS dalam KLI X, menuturkan, mereka belum memperlihatkan ciri khasnya. Itu terlihat terutama ketika melawan PSS Sleman, Selasa lalu. Randiman Tarigan mengharapkan Sutan Harhara bisa mengobarkan semangat bertanding khas Medan. Namun itu bukan berarti menerapkan permainan keras tidak menentu yang bisa merugikan tim secara keseluruhan. Dari dulu, modal tim PSMS adalah permainan keras, ngotot, dan pantang menyerah, yang dibarengi teknik memadai. Hal itu, lanjut Kepala Dinas Pertamanan Kota Medan, membuat tim ini pernah disegani di blantika sepak bola Indonesia dalam waktu yang relatif lama. Kampak dan Smeck, dua perkumpulan fans pendukung PSMS, menyarankan agar Sutan Harhara menurunkan Hari Swanda dan pemain asing Christian Gonzales. Kedua penyerang andalan itu tidak diturunkan pada saat menghadapi PSS. Christian, bintang asal Cile yang memiliki naluri tinggi untuk menciptakan gol, masih cedera setelah mengikuti turnamen Piala Emas Bang Yos. Menanggapi permintaan para penggemar PSMS, Sekretaris Umum PSMS H Erwin Lubis SH mengatakan, pelatih tentu akan menurunkan pemain yang benar-benar siap sesuai dengan kebutuhan tim. Adapun Christian kemarin memang masih cedera. Namun saat menghadapi PSIS, baik Christian maupun Hari Swandana kemungkinan besar siap diturunkan. Hari yang juga striker tim PON XVI Sumut, seperti halnya Christian, memilik fans tersendiri di Stadion Teladan. Keempat Sementara itu Randiman Tarigan mengingatkan seluruh personel, mulai dari pemain, pelatih, ofisial, dan pengurus untuk mengutamakan kekompakan. Kepada para pemain, baik lokal maupun yang berasal dari luar Medan, diminta menjalin kekompakan dan kebersamaan, terutama saat pertandingan. Khusus menghadapi tamunya, PSIS Semarang, Randiman yang juga selalu mendampingi PSMS jika bertanding di luar kandang, menyatakan optimistis tim pujaannya mampu memetik kemenangan. Asal, bisa tampil lebih baik dibanding saat menghadapi PSS. Pada kesempatan itu, pejabat Pemkot Medan yang dinilai berhasil membenahi wajah kota Medan menjadi indah dan gemerlap lampu pada malam hari itu, juga menghimbau para penonton untuk memberikan dukungan yang objektif kepada tim yang bertanding. Para penonton harus bertindak fair. Tim yang baik harus didukung. Dukungan itu, lanjut dia, jangan sampai merugikan siapa pun. Lawan PSIS Semarang di Stadion Teladan Medan, Sabtu sore besok merupakan pertandingan keempat bagi PSMS dalam Kompetisi Liga Indonesia X. Saat ini kesebelasan yang tahun lalu harus berkompetisi di Divisi I itu baru mengumpulkan tiga poin. Mereka tertinggal satu poin dibanding dengan pasukan Mahesa Jenar.(ant-22i) |