
| Jumat, 16 Januari 2004 | Olahraga |
PSIS Belum Punya RohMENCERMATI perjalanan PSIS Semarang dalam Kompetisi Liga Indonesia kali ini, saya sungguh prihatin. Betapa tidak? Tim kebanggaan Kota Semarang dan Jawa Tengah ini diperkuat para pemain andal termasuk yang dari mancanegara. Namun, jelas kelihatan mereka belum punya roh secara tim. Sebuah tim yang yang sudah punya roh, tak beda dari figur manusia, pancaran sinar auranya bisa tertangkap dan teraba. Dari situ kemudian akan terbaca gambaran-gambaran karakter permainan yang teramu dari hasil menyatunya berbagai karakter atau kemampuan pemain dan para pelatih yang menanganinya. Namun tidak demikian dengan tim Panser Biru kali ini, aura tim berlum terlihat jelas. Yang tertangkap hanya pancaran dari kekuatan-kekuatan individu para pemain. Permainan sepak bola itu tak ubahnya sebuah konser musik simponi. Individu-individu pemusik itu berkumpul memainkan lagu yang tertulis dalam partitur, kemudian lewat komando dirigen, lahirlah alunan musik yang indah. Akan tetapi tidak demikian dengan PSIS di KLI X ini, para pemain yang sebenarnya relatif berkualitas itu seperti gagap dalam memainkan sebuah konser, karena "partitur" yang tidak jelas. Akibatnya, mereka lebih banyak bermain sendiri-sendiri. Lawan PSMS Hasil yang dicatat sebelumnya, yakni menang atas Persipura Jayapura pada partai awal, kemudian dikalahkan PSM Makassar dan seri dengan PSPS Pekanbaru, menurut penilaian saya sudah lebih dari lumayan. Hasil itu cukup mengherankan karena dari sinar aura yang terpancar secara awut-awutan jelas tak memberikan secercah rasa optimistis bagi para ahli metafisis yang coba menganalisnya. Menghadapi tuan rumah PSMS Medan besok pun, saya semakin pesimistis PSIS bisa memetik hasil bagus. Saya belum mendeteksi pancaran aura PSMS, namun seandainya anak-anak Semarang nanti mampu mengulang hasil seri, itu sungguh merupakan hasil yang luar biasa. Apalagi ada kendala-kendala nonteknis seperti krisis pemain, serta tampil di depan orang-orang Medan yang terkenal "galak". Meskipun demikian, saya selalu mendoakan semoga PSIS jaya. (Bos Edi, Ketua Paguyuvan Paranormal Indonesia-22j) |