
| Jumat, 16 Januari 2004 | Berita Utama |
PKK Karanggude Syukuran di JatijajarADA-ADA saja cara masyarakat dalam mensyukuri suatu keberhasilan. Dalam bentuk sederhana, misalnya dapat dengan berdoa, shalat sebagai wujub syukur atau nazar nelakukan sesuatu. Dan, yang lebih ''wah'' lagi ada yang mengadakan pesta besar-besaran. Akan tetapi lain apa yang dilakukan kelompok PKK Desa Karanggude, Kecamatan Karangelewas, Kabupaten Banyumas. Sukses meraih penghargaan Pemantapan Ketahanan Pangan Tingkat Nasional 2003 untuk kategori aktivitas kemasyarakatan yang diselenggarakan Departemen Pertanian RI, akan disyukuri dengan refreshing atau pelesir bersama-sama ke sejumlah tempat wisata di Kabupaten Kebumen, antara lain Goa Jatijajar dan Pantai Ayah. Rabu (14/1) kemarin, penghargaan tersebut diterima langsung oleh Ketua Kelompok PKK Ny Juraitmi di Jakarta. Kenapa mereka memilih pelesir? Juriatmi dan Ketua Pokja Bidang Pangan Siti Hasanah kemarin mengatakan kepada Suara Merdeka, itu karena biayanya lebih murah, semua anggota dan keluarga bisa ikut. Suasana yang akan didapat juga pasti lebih rileks, daripada mengadakan syukuran seperti makan-makan di desanya. Maklum, sebagai orang desa setiap hari sudah disibukkan dengan pekerjaan rumah tangga dan kegiatan pertanian, membantu sang suami menambah penghasilan keluarga. ''Pelesir kan bisa diikuti semua anggota (40 orang) dan keluarganya. Ini juga hasil keputusan rapat PKK tadi pagi (Kamis, 15/1). Acaranya dilaksanakan Minggu (25/1) besok,'' ungkap Juraitmi. Itu juga diperkuat dengan komitmen pihak desa yang akan membantu kegiatan pelesir tersebut. Semua akomodasi mulai dari sewa bus, tiket masuk lokasi wisata, hingga keperluan lain seperti makan ditanggung oleh desa. Hal itu dibenarkan Kades Sutarko yang ditemui terpisah di rumahnya. ''Ini sebagai bentuk penghargaan yang bisa kami berikan, bagaimanapun peran mereka telah membuat kami jadi bangga,'' ujar Tarko. Sukses mereka juga tidak datang secara tiba-tiba, tapi melalui perjuangan yang panjang. Juraitmi menceritakan, konsentrasi kelompok terebut dalam kegiatan pengembangan ketahanan pangan sejak 1996. Diawali dengan pembentukan dua kelompok wanita tani (KWT), yakni KWT I di Gerumbul Karanggude dengan ketua Ny Eni Rudiati dan KWT II di Gerumbul Langgerang diketuai Ny Karsiten. KWT tersebut juga melahirkan kelompok-kelompok kecil di bawahnya yang tergabung dalam Kelompok Usaha Ekonomi Produktif Wanita (KUEPW). Dua pilar tersebut selama ini menjadi peyangga untuk melaksankan setiap program ketahanan pangan. Dia mengakui, antara PKK, KWT dan KUEPW awalnya memang berdiri sendiri-sendiri. Namun karena ada kesamaan tujuan, misi, dan visi, kemudian diakomodasi dalam wadah PKK. Sebab, di desanya PKK sebagai organisai wanita tertinggi. ''Dan, kebetulan ini sejalan dengan yang ditangani Pokja III bidang pangan,'' ujar Siti. Juraitmi mengatakan, upaya pengembangan ketahanan pangan bentuknya lewat usaha intesifikasi ketela (bodin) sebagai pengganti bahan pokok makanan beras. Untuk menambah ekonomi keluarga mereka juga memanfaatkan pekarangan untuk tumpangsari dengan membuat tanaman bumbu dalam pot (tabulapot) dan tanaman bumbu dalam pekarangan (tabulakar). Mereka juga mengembangkan usaha perikanan darat, lele dumbo, serta peternakan ayam arab. ''Semua itu dilakukan untuk menambah pendapatan keluarga. Sebab, di sini warga yang menanam padi jarang sekali,'' tutur Juraitmi lagi. Bahkan menurut Sutarko, dari 106 ha luas areal pertanian di desanya, hampir 70 ha ditanami ketela karena air irigasi sulit didapat. Ketela seolah menjadi makanan pokok. Ketela itu lalu diolah menjadi berbagai aneka jenis makanan, dan sebagian sudah dipasarkan secara resmi (pakai label). Sementara itu, uang pembinaan Rp 10 juta yang diterimanya dari Pemerintah Pusat akan dipakai untuk membangun gedung PKK dan warung PKK. Warung tersebut dijadikan untuk kegiatan pengembangan usaha PKK serta sebagai pusat pemasaran produk-produk yang dihasilkan para anggota. ''Pemkab juga akan memberikan penghargaan, berapa jumlahnya atau bentuknya apa, masih kami perinci. Yang jelas, akan kami berikan setelah mereka dikumpulkan Gubernur bersama daerah lain yang mendapatkan penghargaan serupa,'' ungkap Bupati Aris Setiono secara terpisah. (Agus Wahyudi-15j) |