logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 16 Januari 2004 Semarang & Sekitarnya  
Line

Seorang Anak Diduga Terseret Ombak

KALIWUNGU- Warga di sekitar Pantai Ngebum, Desa Mororejo, Kecamatan Kaliwungu, Kendal, kemarin (15/1) heboh. Hal ini berkait dengan hilangnya seorang anak, yang diduga terseret ombak Laut Jawa dari tempat itu. Dugaan itu berawal dari temuan kaus anak berwarna biru, celana pendek warna hitam, dan sebuah sepeda balap. Celana dan baju ditemukan tepat di bibir pantai. Sepeda disandarkan di pagar bambu pekarangan warga, sekitar 50 meter dari lokasi penemuan pakaian.

Kecurigaan hilangnya anak itu muncul saat tiga orang pencari ikan di tempat itu, tidak melihat keberadaan seorang anak laki-laki yang bermain air di tepi pantai. Tiga pencari ikan tersebut yakin ada seorang anak telanjang bulat di sekitar 100 meter dari tempat mereka berada.

"Kami masih mencari tahu siapa tiga pencari ikan itu. Namun, dari dugaan awal, mereka adalah warga Dukuh Kalijaran, Desa Tosari, Kaliwungu. Kemungkinan dua dari mereka adalah Pak Min dan Pak Mursidi, sedangkan seorang lagi belum kami ketahui identitasnya," kata Kamituwo Dukuh Ngebum Nurcholis di lokasi musibah, kemarin.

Dari laporan gethok tular dari sejumlah warga, diperoleh keterangan ada tiga nelayan yang memberitahu dugaan ada anak hilang terseret ombak. "Tiga nelayan mengaku, awalnya mereka terus mengawasi anak hingga saat menceburkan diri ke laut. Namun beberapa saat ditunggu anak tak muncul ke permukaan."

Upaya Pencarian

Hingga pukul 15.00 kemarin, belum diketahui nama dan identitas anak tersebut. Selain itu belum juga diterima laporan dari pihak-pihak atau keluarga, yang merasa kehilangan anak. Sejumlah anggota regu penyelamat dari Kantor SAR Semarang dan anggota SAR Kesbang Linmas Pemkab Kendal, masih terus melakukan pencarian di lokasi kejadian, di sebelah barat perusahaan PT Kayu Lapis Indonesia (PT KLI) Kaliwungu itu.

Upaya pencarian dimulai sekitar pukul 11.00. Selain tim SAR warga Dukuh Ngebum bentukan Kantor Kesbang Linmas, pencarian juga melibatkan puluhan anggota SAR gabungan dari Semarang dan Pemkab Kendal. Dua perahu karet diterjunkan untuk mendukung pencarian.

Kepala Kantor SAR Semarang Slamet Riyadi SSos ketika dimintai konfirmasinya di lokasi musibah mengatakan, upaya pencarian sedikit mengalami kesulitan. "Arus bawah di Pantai Ngebum sangat kuat. Selain laporan terlambat, titik duga letak hilangnya anak juga tidak diketahui pasti."

Dikemukakannya, pihaknya tetap akan melakukan pencarian. Dari pengalaman, bila ada korban yang terseret arus di tempat tersebut, satu atau dua hari kemudian biasanya akan mengapung di muara Sungai Kerikan. (G15-84i)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA