logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 16 Januari 2004 Semarang & Sekitarnya  
Line

Becak Bersedia Ditertibkan asal Pemkot Buat Pangkalan

SEMARANG TENGAH- Ratusan becak yang mangkal di Jalan Agus Salim, kembali dikeluhkan para pengguna jalan. Sementara para abang becak bersedia ditertibkan, asalkan Pemkot menyediakan lahan untuk pangkalan.

Pipit (26) warga Tlogosari yang sedang berbelanja di Pasar Johar mengatakan, Jalan Agus Salim di depan Pasar Johar saat ini sudah sempit akibat digunakan oleh PKL. Becak yang mangkal di depan dasaran PKL itu membuat jalur itu menjadi makin sempit. Akibatnya setiap kali melaluinya, kendaraan yang dikemudikannya harus sering berhenti.

Sunarno (34) warga lain mengatakan, mestinya Pemkot tegas dalam melakukan penataan. Menurutnya, jalan mestinya harus benar-benar berfungsi untuk lalu lintas, bukan pangkalan becak.

Dia mengakui, banyak di antara warga masyarakat masih membutuhkan becak. Namun alat transportasi itu harus dikelompokkan di tempat khusus, sehingga tidak mengganggu jalan.

Secara umum, penyebab kesemrawutan di Jalan Agus Salim sebenarnya cukup beragam. Jalan Agus Salim selebar lebih kurang 8 meter setiap lajur, pada kedua sisinya sudah dikurangi sekitar 2 meter untuk pedagang.

Di depan para pedagang itu, mangkal ratusan becak, sehingga lebar jalan yang tersisa hanya tinggal separohnya. Kendaraan-kendaraan tradisional itu mangkal mulai dari sebelah timur jembatan Kali Semarang hingga samping Hotel Metro, mengakibatkan jalan tersebut makin sempit. Selain itu banyak warga menyeberang jalan, mengakibatkan lalu lintas sering tersendat.

Kemacetan juga terjadi pada saat ada truk dari arah timur masuk ke Jalan Pedamaran. Dimensi kendaraann yang besar, membuat kendaraan itu harus pelan-pelan untuk masuk ke Jalan Pedamaran. Saat itulah kendaraan di belakangnya harus berhenti beberapa saat.

Minta Pangkalan

Beberapa pengemudi becak di depan Pasar Johar ketika dimintai tanggapan tentang kesemrawutan di jalur tersebut menyatakan bersedia ditertibkan. Namun demikian mereka meminta Pemkot untuk dibuatkan pangkalan khusus becak.

Rohadi (35), pengemudi becak di tempat itu mengatakan sering dioprak-oprak petugas yustisi.

Setiap kali operasi penertiban dilakukan, mereka mau minggir dan untuk sementara masuk ke samping timur gedung bekas Shopping Center Johar (SCJ). Namun karena tidak ada pangkalan, mereka kembali ke Jalan Agus Salim.

''La kami harus mangkal di mana lagi,'' kata warga Demak yang sudah enam tahun menjadi pengemudi becak di Kota Semarang.

Sutarman (42) pengemudi becak lain mengatakan, kalau Pemkot ingin jalur itu lebih tertib, harus disediakan pangkalan. Lokasi itu, harus dekat dengan Johar.

Sebaiknya pangkalan becak berada di sisi timur dan barat SCJ. Bukan hanya berupa lahan , tetapi harus ada yang mengatur keluar masuknya becak . (G6-73)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA