logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 16 Januari 2004 Semarang & Sekitarnya  
Line

PAC Desak DPW Copot Ketua PKB

  • Dinilai Utamakan Kepentingan Pribadi

GROBOGAN - Massa PAC PKB di Kabupaten Grobogan yang anti-Ketua DPC HM Mahfudz Amrullah mendesak Ketua Tanfidz DPW Jateng KH Hanif Muslih dan jajarannya supaya mencopot dia.

Desakan tersebut disampaikan massa PAC PKB Gerakan Anti-Mahfudz (GAM) di rumah Ketua DPW PKB Jateng di Mranggen, kemarin.

Massa PAC itu menemui Hanif, karena desakan pencopotan Mahfudz sebelum 15 Januari tidak direspons DPW. Padahal Ketua Dewan Syuro DPW KH Abdurrahman Chudlori yang mereka temui di rumahnya di Magelang, menyetujui tuntutan PAC GAM. Bahkan Abdurrahman Chudlori juga merekomendasikan kepada Sekretaris Tanfidz DPW PKB Drs H Muzammil untuk segera membahasnya melalui rapat khusus.

Ketua Dewan Syuro PAC Brati K Solichin yang ikut menemui Hanif Muslih mengatakan, di Grobogan ada 19 PAC. Dari jumlah itu 11 PAC di antaranya menyatakan anti-Mahfudz. Mereka terdiri atas ketua dan sekretaris PAC Ngaringan, Wirosari, Kradenan, Toroh, Grobogan, Godong, Kedungjati, Gubug, Tanggungharjo, Gabus, dan Brati. PAC Tegowanu belum ada tanda-tanda bergabung, meskipun sebelumnya menyatakan siap menandatangani mosi tak percaya. Adapun PAC Geyer tidak dilibatkan karena diduga pro-Mahfudz.

Tandingan

Sebelumnya PAC Geyer ikut menandatangani mosi tak percaya atas kepemimpinan Mahfudz. Tetapi entah karena apa tiba-tiba kemarin tidak menolak ketika diajak Mahfudz ziarah ke makam Wali Songo. Massa PAC dari GAM itu menduga ziarah tersebut sebagai bentuk tandingan politik guna menunjukkan di mata publik bahwa Mahfudz masih didukung beberapa PAC. Meskipun jumlah dukungannya lebih kecil dibandingkan dengan PAC GAM.

Solichin mengatakan, desakan pencopotan ketua DPC itu karena Mahfudz digolongkan sebagai politikus busuk. Begitu pula kroninya, Dra Nunung Nuryati, yang sama-sama bermasalah. Karena itu, penurunan Ketua DPC itu dinilai tidak akan berpengaruh terhadap perolehan kursi PKB di Grobogan. Hal itu mengingat sebagian besar kiai, pengasuh pondok pesantren dan jajaran ormas NU tidak mendukung kepemimpinan Mahfudz. Alasannya, lebih mengutamakan kepentingan pribadi daripada partai dan massa mendukungnya.

Bahkan usulan para kiai sepuh dalam penyusunan caleg PKB supaya melibatkan jajaran NU, sama sekali tidak digubris. Padahal pendukung PKB mayoritas dari massa para kiai sepuh dan jajaran NU.

Dikatakannya, kalau Mahfudz dicopot justru suara PKB akan bertambah. Sebab, massa arus bawah, termasuk sebagian besar kiai sepuh, merasa lega karena tidak lagi dipimpin oleh pemimpin arogan.

Dia menambahkan, Mahfudz didesak mundur karena dalam pencalegan menggunakan ijazah palsu yang didapat dari ujian persamaan (uper) 1992/1993. Selain itu, menempatkan Dra Nunung Nuryati pada nomor urut jadi di Daerah Pemilihan (Dapel) IV (Grobogan, Tawangharjo, Wirosari dan Ngaringan). Padahal caleg itu terkena kasus besar, yaitu terlibat penipuan sarang burung walet bersama suaminya.

KH Hanif Muslih mengatakan, SK PAC yang mendesak Mahfudz mundur supaya diserahkan ke DPW untuk dijadikan bahan rapat khusus menanggapi desakan itu. Bila ternyata ijazahnya palsu dan PAC yang mendesak cukup banyak, Ketua DPC PKB itu akan diganti oleh DPW.

HM Mahfudz Amrullah dan Dra Nunung Nuryati belum berhasil dihubungi karena diduga ikut ziarah ke makam Walisongo bersama sebagian pengurus DPC dan PAC. (A23-84k)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA