
| Jumat, 16 Januari 2004 | Jawa Tengah - Pantura |
Warga Diminta Kritik Bupati TerpilihSLAWI - Agus Riyanto SSos-Drs HM Hammam Miftah MM, bupati dan wakil bupati terpilih, lolos dalam uji publik tiga hari. Namun diharapkan hal itu tak membatasi segenap lapisan masyarakat untuk mengkritik mereka. Karena sikap kritis dalam situasi dan kondisi apa pun sangat perlu. Sikap kritis dari berbagai komponen masyarakat tentu menjadi masukan berarti untuk menentukan kebijakan eksekutif. ''Jadi saya berharap masyarakat tetap bersikap kritis dan memberikan masukan yang membangun ke pasangan bupati terpilih. Sikap kritis tetap diperlukan kapan pun. Bahkan selamanya. Ini penting,'' kata Ketua Panitia Pemilihan Bupati Tegal, HM Rifai SIP. Wakil Ketua DPRD itu mengatakan, penegasan tersebut layak dikedepankan. Sebab, berkesan tiga hari uji publik sangat pendek untuk mengkritik pasangan bupati terpilih. Dia menyatakan undang-undang memang mengatur seperti itu. Saat membuat tata tertib pemilihan bupati, panitia pemilihan pun mengacu ke ketentuan itu. Dia mengakui waktu yang tersedia sangat pendek. Namun dalam waktu terbatas itu dia meminta masyarakat memberikan masukan atau laporan berkait dengan dugaan praktik politik uang yang dilakukan bupati terpilih. ''Namun kita wajib bersyukur, pasangan bupati terpilih tidak terlibat politik uang. Bahkan dalam lewat yang dilayangkan pun tak ada dugaan tentang keterlibatan pasangan ini. Jadi mereka bersih dari tudingan politik uang,'' tutur dia. Jangan Terpancang Harapan serupa dikemukakan Drs Muslikh, anggota panitia pemilihan. Anggota FKB itu sangat berharap masyarakat luas tetap bersikap kritis. Karena, sikap kritis dapat diartikan sebagai wujud peningkatan pembelajaran masyarakat. Dia menyatakan ketika pemilihan semua anggota fraksinya mendukung Drs HM Hammam Miftah MM, Ketua DPC PKB Kabupaten Tegal, sebagai wakil bupati. Hamman berpasangan dengan Agus Riyanto SSos, Ketua DPC PDI-P. ''Namun jika sudah dilantik mereka (Agus-Hammam-Red) menjadi eksekutif, sedangkan kami tetap legislatif. Jadi FKB bersama masyarakat akan tetap bersikap kritis kepada keduanya,'' kata dia. Sugirman, anggota FPDI-P, menyatakan sudah kritis dan vokal sejak dulu. Bahkan dia sering berseberangan pendapat. Namun perbedaan pendapat wajar dalam iklim demokrasi. Karena itu perbedaan pendapat sudah diatasi dengan pemecahan, semua harus menghormati.(D12-14g) |