
| Jumat, 16 Januari 2004 | Jawa Tengah - Banyumas |
Pasokan Minyak Tanah Tak Mencukupi
PURWOKERTO-Kekurangan minyak tanah di Kabupaten Banyumas lebih disebabkan oleh pasokan dari Pertamina Unit Pemasaran (UPMS) IV Semarang kurang. Konsumsi minyak tanah di Kabupaten Banyumas setiap hari saat ini 3,75 l /jiwa. Namun pasokan baru 3,12 l/jiwa. ''Perhitungan konsumsi minyak tanah di Kabupaten Banyumas itu hasil survei Bappenas. Ketidakseimbangan antara permintaan dan pasokan berlangsung sepekan terakhir,'' kata Kepala Bagian Perekonomian Setda Banyumas, Drs Rofiq Widadi. Dia mengemukakan hal itu seusai rapat pembahasan kekurangan minyak tanah bersama Hiswana Migas, Dinas Perindustrian, perdagangan, Koperasi, serta instansi terkait, Kamis kemarin. Karena permintaan lebih besar daripada pasokan, saat ini masih terjadi kekurangan minyak tanah di masyarakat. Melihat kondisi itu, kata dia, semestinya Pertamina UPMS IV Jateng menambah pasokan untuk Kabupaten Banyumas, minimal 20.000 l/hari dari pasokan sekarang. Saat ini pasokan minyak tanah Banyumas hanya 180.000 l/hari atau 36 tangki. ''Semestinya pasokan minyak tanah untuk Kabupaten Banyumas ditambah menjadi 200.000 l/hari,'' kata dia. Untuk mengatasi kekurangan minyak, Hiswana Migas Banyumas dan Bupati pernah melayangkan surat ke UPMS IV, untuk meminta tambahan pasokan minyak tanah. Pasokan minyak tanah Kabupaten Banyumas tahun 2002 hanya 160.000 l/hari. Pengalihan Pasokan ditambah menjadi 180.000 l/hari. Namun tambahan itu ternyata bukan dari Pertamina, melainkan pengalihan dari agen Purbalingga dan Banjarnegara ke Banyumas. Dengan pasokan 180.000 l/ hari, sebagian masyarakat masih kekurangan minyak karena permintaan tinggi. Kamis (15/1) operasi pasar minyak tanah dilakukan di Kecamatan Kemranjen dan Sumpiuh. Kemranjen ditambahi pasokan 12 drum, sedangkan Sumpiuh 11 drum. Itu di luar pasokan rutin. ''Pasokan tambahan 5.000 l/hari untuk operasi pasar itu bukan dari Pertamina melainkan delivery order (DO) saving para agen pada saat permintaan sepi tidak diambil, '' tutur Rofiq. Dia menuturkan kenaikan permintaan beberapa pekan terakhir ini akibat penggunaan minyak tanah di sektor rumah tangga meningkat. Sebab, rumah tangga pada musim hujan ini tak memiliki bahan bakar pengganti selain minyak tanah. (G23-81g) |