logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 16 Januari 2004 Jawa Tengah - Kedu & DIY  
Line

Tiga Calon Bupati Temui Gubernur

Pilbup Tak Perlu Kerahkan Massa

SEMARANG- Tiga pasangan calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Magelang periode 2004-2009 menemui Gubernur Jateng di Kantor Gubernuran Jalan Pahlawan, Kamis (15/1). Bersama pimpinan DPRD Magelang, ketua fraksi, dan panitia pemilihan, ketiga pasangan itu beraudiensi dengan orang nomor satu di Jateng.

Pemilihan itu akan digelar 21 Januari. Rombongan tersebut diterima Wakil Gubernur Drs Ali Mufiz MPA mewakili Gubernur.

Ketiga pasangan tersebut adalah Ir Singgih Sanyoto dan Drs R Hartono dicalonkan PDI-P dengan anggota 12 orang, pasangan Drs H Asro'ie dan Drs Soeharto MM (FKB/13 orang), serta Drs KRT Gondo Hadiningrat dan Drs H Rochman Hermantio MSi (FPP/tujuh orang).

Lima anggota FTNI/Polri, empat anggota FAKP, serta seorang nonfraksi tidak mencalonkan pasangan. Dalam pertemuan itu tidak terlihat adanya ketegangan. Apalagi, Ali Mufiz melemparkan joke-joke yang membuat pertemuan tersebut berjalan santai tetapi serius.

Setelah audiensi, dia memberikan kesempatan kepada semua pasangan bupati dan wakil bupati untuk bertanya. Namun, tidak ada yang menyampaikan usulan, pertanyaan, atau pernyataan.

"Lo, apa semua ini sudah stres," ujarnya dengan nada guyonan disambut dengan tawa ringan semua yang hadir.

Dalam wejangannya, Wagub menyampaikan, pasangan yang kalah atau menang dalam pemilihan kepala daerah adalah persoalan biasa. Semua pihak, katanya, harus mengembangkan sikap menerima kemenangan orang lain.

"Sikap menyadari kekalahan juga patut untuk dijunjung tinggi. Yang menang agar berjiwa besar dan legawa. Pasangan yang terpilih supaya menyadari bahwa jabatannya adalah amanah."

Belajar dari Karanganyar

Dia meminta agar dalam pelaksanaan pemilihan itu tida ada upaya money politics dan pengerahan massa. Pemilihan itu diharapkan bisa berjalan demokratis, santun, dan sesuai dengan norma-norma yang berlaku.

Dia menekankan perlunya belajar dari penyelenggaran pemilihan yang sudah berjalan di sejumlah daerah baik proses itu sukses maupun yang menimbulkan masalah berlarut-larut.

"Pembelajaran itu untuk menciptakan pemilihan yang sejuk dan nyaman. Pasangan terpilih juga sesuai dengan pilihan masyarakat Magelang," tandasnya.

Dia mencontohkan pemilihan yang sukses, antara lain di Kabupaten Tegal, Kabupaten Kudus, dan Kabupaten Temanggung. Sementara itu, yang menimbulkan persoalan berlarut-larut seperti di Kabupaten Karanganyar.

Dia menyampaikan pula pesan khusus, yakni supaya proses pemilihan tetap sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Antara lain dalam setiap rapat DPRD agar dilengkapi dengan risalah.

"Risalah tersebut bagian resmi dari kegiatan Dewan. Setiap produk hukum yang dihasilkan harus dalam bentuk tertulis. Misalnya ketetapan DPRD mengenai pasangan terpilih harus dituangkan dalam surat tertulis sesuai dengan aturan hukum." (G1,H1-85j)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA