logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 16 Januari 2004 Jawa Tengah - Kedu & DIY  
Line

Sekretariat DPRD Minta Begu

  • Dinilai Tal Lazim, Akhirnya Dicoret

PURWOREJO-Ada hal yang dinilai tak lazim dalam pembahasan RAPBD II Purworejo tahun anggaran 2004 kemarin. Dalam rapat pembahasan itu pihak sekretariat DPRD mengajukan usulan pembelian alat berat berupa begu.

Anggaran yang diusulkan pun tidak sedikit, Rp 1,5 miliar. Namun karena dianggap kurang pas akhirnya usulan tersebut dimasukkan ke pos kantor Dinas Permukiman dan Prasarana Daerah (Kimprasda).

''Permintaan itu saya alihkan ke Kimprasda. Tetapi akhirnya usulan itu kami coret karena Kimprasda menolak,'' kata seorang anggota Dewan yang keberatan disebut jati dirinya, Kamis kemarin.

Dia tidak menjelaskan untuk apa alat berat tersebut. Sebab saat permintaan anggaran itu diajukan, pihak sekretariat tidak menjelaskan lantaran keburu dipangkas anggota Dewan lain.

Bila diamati, APBD 2004 Pemkab Purworejo kemungkinan akan mengalami kekurangan dana dalam jumlah besar. Ketua Komisi C Kiai Zaenal Mustofa membenarkan, tahun ini APBD itu akan defisit. Dia menyebutkan, dari usulan kebutuhan eksekutif saja kalau ditotal Pemkab Purworejo harus menanggung utang Rp 22 miliar.

Belum lagi dari hasil pembahasan antara komisi DPRD dan eksekutif ternyata anggaran belanjanya makin membengkak. Tepatnya kalau semua permintaan dituruti, utang Purworejo untuk membiayai roda pemerintahan tahun ini menjadi Rp 28 miliar. Berkenaan dengan kondisi tersebut, dia mengingatkan perlunya mendahulukan hal-hal yang bersifat wajib.

Maksud dia, mengingat keterbatasan anggaran maka kebutuhan mendesak yang perlu diprioritaskan. Sebab kalau tidak akan membahayakan,'' katanya.

Dia menuturkan, utang Purworejo tahun anggaran 2003 Rp 15 miliar. Rencananya beban utang itu dilunasi tahun ini. Pelunasan akan dianggarkan dalam APBD 2004.

Dengan demikian, perlu menghemat anggaran. ''Bila semua kebutuhan terus dipaksakan tidak tertutup kemungkinan pada lima tahun berikutnya semua APBD Purworejo akan bersumber dari utang,'' tandasnya.

Dia berpendapat, lebih baik menunda kebutuhan yang bersifat tidak mendesak. Misalnya membatalkan rencana pembelian satu unit begu yang diusulkan melalui ketua DPRD. Rencana belanja lain yang masih bisa ditunda, menurutnya, adalah usulan pembelian dua buah dump truk dan dua buah stoom walls. (yon-85s)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA