
| Jumat, 16 Januari 2004 | Jawa Tengah - Kedu & DIY |
Sekda Dipilih Setelah PemiluDPRD Kedepankan Kepentingan PribadiPURWOREJO- Ketua LSM Kalpataru Ichsan mendukung sikap Bupati yang menangguhkan penetapan sekretaris daerah (sekda). "Saya selaku ketua LSM mendukung kebijakan itu," tandasnya, kemarin. Menurut dia, sekda sebaiknya diangkat setelah anggota DPRD hasil Pemilu 2004 ditetapkan. Alasan dia, DPRD yang baru masih bersikap indipenden. Dengan perkiraan seperti itu, dia berharap DPRD hasil Pemilu 2004 dapat memilih sekda secara objektif. "DPRD yang sekarang mempunyai kepentingan pribadi dan kelompok," tuding Ichsan yang juga pengurus DPD I PAN Jateng itu. Berdasarkan pengamatannya, tidak tertutup kemungkinan sekda yang dipilih Dewan saat ini adalah yang bisa memfasilitasi kepentingan tertentu. "Saya curiga sekda yang dipilih oleh DPRD sekarang hanya karena sanggup memfasilitasi pesangon purnatugas anggota Dewan," tegasnya. Wakil Ketua DPRD dari FKB H Aedy Korim juga berpandangan sama. Dia mendukung sikap Bupati yang menunjuk Drs Sudarmo MM (Asisten IV) sebagai pelaksana tugas (plt) sekda sejak 10 Januari lalu. Alasannya, karena DPRD sudah menetapkan 26 perda tentang SOT baru. Dia mengatakan, perda tersebut dianggap sah apabila sudah diundangkan. Adapun yang mengundangkan adalah sekda. Akan tetapi karena di Purworejo tidak ada sekda, ujar Aedy Korim, bisa dilakukan oleh plt sekda. Dengan kebijakan itu, bukan berarti proses pengisian sekda tidak ditempuh. Dia menuturkan, Kepmendagri Nomor 16/2003 mengisyaratkan bahwa bila calon sekda yang diajukan bupati ditolak pimpinan Dewan, maka bupati dipastikan mengajukan calon lain yang telah dikonsultasikan kepada gubernur. "Namun, dalam ketentuan itu tidak ditentukan berapa lama bupati akan mengusulkan calon lain," jelasnya. Karena itu, dia tidak setuju jika ada pihak yang menilai tindakan bupati menunjuk pelaksana tugas (plt) sekda merupakan kebijakan satu pihak. Sebelumnya diberitakan, penetapan sekda Purworejo berlarut-larut, bahkan rapat paripurna penyampaian laporan hasil pembahasan komisi tentang APBD 2004 di DPRD Purworejo, Senin (12/1), diboikot sebagian wakil rakyat. Bupati menjagokan Drs H Slamet Darsono MM (Kepala Bawasda) dengan pertimbangan meraih peringkat teratas penilaian Tim Provinsi. Sementara itu, kalangan Dewan memilih Ir Akhmad Fauzi MA (Asisten II).(yon-85j) |