
| Jumat, 16 Januari 2004 | Jawa Tengah - Pantura |
Distribusi Raskin Butuh Biaya BesarBUMIAYU-Biaya transpor beras miskin (raskin) yang diterima desa diusulkan ada penambahan. Sebab, ongkos yang selama ini diterima Rp 12/kg, dirasakan masih jauh dari cukup. Hal itu dikemukakan Camat Paguyangan Eddy Raharto BA, dan Ketua Paguyuban Kades se-Bumiayu H Abdul Kholiq Reza pada penyuluhan tentang beras miskin, Selasa lalu. Kegiatan yang dilaksanakan di aula Kantor Camat Bantarkawung, diikuti 97 kepala desa (kades) dari enam kecamatan di Brebes Selatan. Menurut Eddy, distribusi beras miskin di desa-desa di wilayahnya selama ini membutuhkan biaya yang lebih besar. Pasalnya, jaraknya mencapai empat sampai enam kilometer. Hal senada juga menjadi pijakan bagi Abdul Kholiq. Menurut Kades Laren itu, untuk menutupi kekurangan biaya transpor di desa diadakan musyawarah dengan berbagai lembaga terkait. Hanya, keputusan itu terkadang juga ada yang mempermasalahkan. Sebab, tambahan biaya transpor menjadi tanggungan penerima jatah beras miskin. Wakil Kepala Subdit VI Bulog Pekalongan Barat Supratman Agung SH menyatakan, penyuluhan untuk memberikan bekal agar pelaksanaan program beras miskin tepat sasaran. Penerima jatah beras miskin diutamakan warga yang paling miskin di antara yang miskin, bukan dibagi rata. Sesuai ketentuan, beras miskin dijual kepada warga yang berhak dengan harga Rp 1000/kg. Tiap bulan, satu keluarga mendapatkan jatah 20 kg. (kar-58) |