logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 16 Januari 2004 Jawa Tengah - Kedu & DIY  
Line

Ribuan Orang Sudah Meninggal Masih Terdaftar sebagai Pemilih

YOGYAKARTA - Pemilihan umum sudah di ambang pintu. Namun masih saja muncul persoalan. Itulah yang terjadi di KPU Kota Yogyakarta, terutama mengenai daftar pemilih tetap (DPT).

Berdasar penelitian Panitia Pemungutan Suara (PPS) KPU Kota, sekitar 1.000 orang meninggal dimasukkan DPT.

Bahkan di Ngampilan ada dua orang yang meninggal dunia sebelum P4B dimasukkan DPT. Anggota KPU Kota Nasrullah SH mengungkap hal itu, kemarin.

Padahal, saat pengumuman daftar pemilih sementara (DPS) ada 1.192 orang yang sudah meninggal dimasukkan daftar. KPU Kota menyampaikan hal itu ke Biro Pusat Statistik yang berwenang mengenai masalah tersebut.

''Namun saat DPT keluar masih sekitar 1.000 orang meninggal tercatat. Itu menunjukkan kinerja BPS kurang profesional,'' ujar Nasrullah.

Ada pula 700 pemilih terdaftar di wilayah lain. Sekitar 270 orang penduduk Kelurahan Baciro, Kecamatan Gondokusuman, terdaftar dalam DPT di Semaki, Kecamatan Umbulharjo. Sekitar 400 penduduk Baciro dimasukkan ke Muja-muju.

Nama ketua PPS tak tercantum dalam DPT. Padahal, namanya tercantum dalam DPS. Orang itu adalah Ketua PPS Kelurahan Bausasran, Narto Widodo.

Kendala lain adalah kecocokan nama daftar pemilih. Juga masih ada orang yang belum terdaftar menjadi pemilih pada pemilu yang akan datang.

Hal yang hampir sama diungkapkan sejumlah PPS. Endang Setyowati PPS dari Tegalrejo mengungkapkan, DPT di wilayahnya turun 20% dari DPS sebelumnya. Saat DPS, pemilih di wilayahnya 6.678.

Nasrullah menyatakan sudah melaporkan hal itu ke KPU DIY. KPU DIY berjanji menindaklanjuti. (D19-85g)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA