logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 16 Januari 2004 Jawa Tengah - Kedu & DIY  
Line

Simulasi Pengamanan Pemilu

KPU Dianggap Banci dan Korupsi

SIANG itu ribuan orang bergerombol di Alun-alun Kebumen. Dari informasi yang masuk ke Polres, massa tersebut telah diprovokasi seorang caleg yang tidak lulus persyaratan dan mengaku diperlakukan tidak adil oleh KPU.

Massa bergerak menuju KPU mendekati kompleks Pemkab. Melihat gelagat itu, Kapolres AKBP Drs Lilik Purwanto SH segera memerintah jajarannya untuk mempersiapkan pasukan Unit Pendukung Antisipasi Unjuk Rasa.

Massa pun mulai berorasi sambil membawa spanduk bertulisan menuduh KPU tidak transparan. Bahkan ada yang membawa poster dan menuduh dengan isyarat angka 3, yaitu KPU banci, korupsi, dan layak untuk dibubarkan.

Kapolsek Kota AKP Mangarif diperintah atasannya untuk segera mendatangi lokasi bersama anak buah. Satlantas segera mengalihkan kendaraan yang melalui alun-alun, Kasat Samapta menyiapkan peleton Dalmas II dan Dalmas II untuk melakukan tindakan represif di tempat kejadian perkara (TKP) Alun-alun Kebumen.

Adapun Satuan Intelpam melakukan deteksi dini terhadap provokator dan mencari barang bukti guna mengantisipasi tindakan main hakim. Adapun Satreskrim menangkap pelaku provokator.

Nyali massa agaknya tidak kecil, terbukti mereka tetap merangsek ingin masuk KPU. Terjadilah bentrok massa dengan petugas gabungan Polres dan Satpol PP Pemkab. Bahkan juga muncul kobaran api karena sebagian massa melakukan aksi pembakaran.

Polisi akhirnya mengeluarkan tembakan peringatan guna menghalau massa. Polres juga menerima teror melalui telpon yang menginformasikan Kantor KPU akan dibom.

Sispam Kota

Pada saat petugas sibuk mengamankan demo yang semakin anarkis, tiba-tiba terjadi ledakan besar di KPU. Bukan KPU yang berarti pemilu, tetapi Kantor Perpustkaan Umum di pojok alun-alun. Beberapa orang tergeletak. Petugas Polres segera mengamankan lokasi dan memasang garis polisi di sekitar Kantor KPU.

Tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) Polres lalu menyisir lokasi kejadian. Ternyata betul, siang itu masih ditemukan satu buah bom yang diduga aktif, sehingga barang itu segera diambil dan sisingkirkan.

Itulah bagian dari peragaan Latihan Sistem Pengamanan Kota (Sispam Kota) selama 45 menit. Adegan demi adegan berkesan menggambarkan kejadian itu benar-benar ada. Bahkan penampilan ratusan anggota polisi dari 22 polsek yang memperagakan aksi massa pun nyaris sempurna.

Banyak warga yang tak tahu kegiatan itu hanyalah latihan. Mereka terkecoh karena mengira peristiwa demo polisi tersebut-benar terjadi. Apalagi ketika muncul dentuman ledakan, yang diikuti bunyi petasan dar-der-dor beberapa kali.

''Ada aksi apa itu Mas,'' ucap Imam Satibi, warga Jatimalang, Klirong yang lewat alun-alun.

Bupati Dra Rustriningsih MSi pun berkomentar, aksi massa (latihan) yang diperagakan jajaran Polres untuk mengganggu pemilu termasuk ancaman bom ke KPU, bisa saja terjadi manakala di lingkup internal partai dalam tahap pencalegan tidak kondusif.

Kapolres AKBP Drs Lilik Purwanto SH yang menjadi irup Apel Kesiapan PAM Pemilu 2004 menegaskan, sesuai instruksi Kapolda Jateng Irjen Didi Widayadi, kegiatan apel merupakan checking sekaligus konsolidasi Polri guna mewujudkan situasi aman dalam Pemilu 2004. (Komper Wardopo-85k)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA