logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 16 Januari 2004 Jawa Tengah - Muria  
Line

Polres Periksa Ulang Erwin

  • Berkait Kematian M Furqon

KUDUS- Polres Kudus sampai kemarin tetap melihat kasus kematian M Furqon (16), santri Pondok Pesantren Tahfidh Remaja Yanbu'ul Quran Kudus Kulon, murni akibat kecelakaan.

"Bukti-bukti baru yang menjurus peristiwa itu sebagai tindakan kriminal, belum ditemukan," kata Kasat Lantas AKP Tulus Ikhlas Pamoji.

Mengenai sikap pihak pesantren, sebagai diberitakan, yang tetap menduga Furqon tewas akibat terbunuh, Tulus enggan mengomentari. Ia hanya berharap jika masyarakat mendapatkan bukti-bukti baru tentang kematian Furqon, agar segera diserahkan ke Polres. Hal itu supaya petugas bisa secepatnya melakukan pengusutan untuk menuntaskan kasus tersebut.

"Saya tidak mau berkomentar jauh tentang kasus ini. Saya harap, jika masyarakat menemukan bukti-bakti baru, segera menyerahkan ke petugas," ungkapnya.

Dalam hubungan itu, Erwin (19), warga Desa Singocandi Kecamatan Kota yang menjadi lawan tabrakan Furqon, Kamis kemarin kembali diperiksa di Mapolres Kudus. Kepada Tulus, Erwin tetap menyatakan Furqon tewas akibat kecelakaan murni. Saat itu, Furqon memacu sepeda motornya dari arah selatan, sedangkan dia dari arah Utara. Ketika Furqon akan mendahului sepeda motor yang ada di depannya, motornya terlalu melebar menggunakan jalur yang datang dari arah berlawanan. Dia kala itu tidak bisa menahan laju sepeda motornya, sehingga tabrakan tidak bisa dihindari.

"Setelah kecelakaan itu, saya sudah tidak ingat lagi. Tahu-tahu ketika sadar, saya berada di rumah sakit," tuturnya setelah pemeriksaan ulang di kantor Satlantas, kemarin.

Erwin menegaskan, kematian Furqon murni kecelakaan, bukan dibunuh. Sebab, ia sendiri yang mengalami tabrakan. Buktinya, akibat kecelakaan itu tangan dan kaki kanannya masih sakit.

"Kematian Furqon benar-benar murni kecelakaan. Saya dan Furqon benar-benar tabrakan," tegasnya berulang-ulang untuk meyakinkan.

Polres Kudus tetap akan mengusut kasus kematian Furqon hingga tuntas. Hal itu berkaitan dengan pihak pesantren dan ormas Islam di Kudus yang menyangsikan kasus ini murni kecelakaan. (H13--34k)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA