
| Jumat, 16 Januari 2004 | Jawa Tengah - Muria |
"Badut-badut Politik Harus Dilawan"KUDUS- Forum Aksi Mahasiswa Peduli Demokrasi (FAMPeD) Kudus berharap Pemilihan Umum (Pemilu) tidak hanya dijadikan kegiatan rutinitas lima tahunan saja, tapi harus mampu memberikan solusi untuk mengatasi krisis yang terjadi saat ini. Oleh karena itu, wakil-wakil rakyat yang duduk di DPR, DPRD I, dan DPRD II harus bisa memperjuangkan kepentingan rakyat. "Wakil rakyat yang terpilih, jangan hanya obral janji, tapi harus bisa memperjuangkan kepentingan rakyat, dalam hal ini untuk mengentaskan kemiskinan," ujar Ahmad Arifin Toha, Ketua FAMPeD Kudus, di sela-sela unjuk rasa di Kantor KPU Kudus Kamis siang kemarin. Dalam unjuk rasa yang diikuti sekitar 20 orang itu, FAMPeD juga menyerukan agar masyarakat mewaspadai kembalinya politisi rezim orde baru yang ingin berkuasa. KPU Kudus sebagai lembaga penyelenggara Pemilu di daerah harus selektif dan tegas terhadap calon anggota legislatif (caleg). Politisi-politisi busuk yang cacat hukum, pengguna narkoba, dan korupsi, bisa segera disingkirkan dari pencaleggan. "Kembalinya orde baru akan melenggangkan kekuasaan penjajah. Jadi, badut-badut politik itu harus dilawan. KPU Kudus harus berani bersikap dan selektif dalam penelitian berkas caleg," katanya. Menanggapi aksi FAMPeD, KPU Kudus yang diwakili oleh Agus Aji Setio, Ketua Divisi Organisasi, Personil, Logistik, dan Keuangan, menyatakan siap melaksanakan tuntutan tersebut. KPU Kudus sangat terbuka menerima kritik maupun saran dari lembaga lain. Sebab, kritik-kritik tersebut dapat dijadikan kontrol bagi KPU Kudus. Hanya saja, dalam melaksanakan tuntutan FAMPed itu, KPU tetap akan berjalan sesuai peraturan yang ada. "Laporkan saja ke KPU Kudus jika menemukan data caleg yang kurang beres. Kami akan memprosesnya lebih lanjut," katanya saat berdialog dengan peserta aksi di depan kantor KP Kudus. "Kami juga mengawasi pengembalian berkas caleg. Jadi, data-data dan temuan-temuan masyarakat mengenai caleg yang bermasalah tetap kami tunggu. Jangan sampai caleg yang bermasalah itu lolos dalam penyeleksian di KPU," imbuh Saekhan Muchith, Wakil Ketua Panwas yang mendampingi Agus Aji Setio saat menerima peserta aksi. Aksi tersebut dimulai dari Kampus STAIN Kudus sekitar pukul 09.00. Peserta aksi menuju ke Simpang Tujuh dan mengadakan orasi di sana. Sekitar pukul 12.00, mereka bergerak menuju ke kantor KPU Kudus. Di sana, mereka membentangkan beberapa poster dan melakukan orasi politik. Sebelum peserta aksi membubarkan diri, mereka berdialok dengan anggota KPU Kudus dan Panwas Kudus. (H13-34) |