
| Jumat, 16 Januari 2004 | Jawa Tengah - Muria |
Januari Penderita DB Sudah 102 Orang
JEPARA-Penyakit demam berdarah di Jepara terus menelan korban. Berdasar data terakhir yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK), pada bulan Januari 2004, terdapat 102 penderita, 4 di antaranya meninggal dunia. Penyakit yang diakibatkan gigitan nyamuk loreng atau aedes aegypti ini menurut Kepala DKK dr Gunawan Waluyo MKes sebagian besar menyerang usia anak-anak. "Daya tahan tubuh yang tidak kuat, ganasnya penyakit yang cepat menyerang hingga keterlambatan berobat menjadi faktor penyebab kematian si penderita," jelas dia didampingi Kasubdin Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan dr Kusnarto MKes, kemarin. Beberapa pasien yang meninggal, kata Gunawan, akibat gejala penyakit yang muncul secara mendadak. "Dalam waktu yang singkat si penderita yang mengalami stadium 1 tiba-tiba bisa mencapai stadium 4, hal ini lah yang menjadi penyebab si penderita jiwanya tidak tertolong," tandasnya. Rawannya penyakit yang mematikan itu rupanya cukup memprihatinkan, mengingat dari tahun ke tahun korban baik yang dirujuk ke rumah sakit maupun yang meninggal terus bertambah. Tahun 2002 ada sebanyak 718 penderita, 5 diantaranya tidak dapat diselamatkan. Tahun berikutnya, ada sebanyak 782 penderita DB dan hingga memasuki akhir tahun 2003, 16 penderita jiwanya tidak tertolong. Dari seluruh jumlah penderita DB itu berada di 14 kecamatan di Kabupaten Jepara, keculi Kecamatan Karimunjawa yang dinyatakan bebas dari virus DB. Sedang ada 3 kecamatan yang teridentifikasi rawan penyakit yaitu Tahunan, Mlonggo dan Jepara Kota. Data penderita DB warga Jepara sebanyak itu menurut Gunawan , diperoleh dari jumlah pasien yang dirawat di berbagai rumah sakit, baik di Jepara maupun rumah sakit di Kudus. "Sekarang ini, RS Kartini yang paling banyak menampung para penderita DB," jelas Gunawan dan Kusnarto. Antisipsi Upaya untuk mencegah penyakit yang mematikan itu, Dinas Kesehatan Jepara secara berkesinambungan telah melakukan pengasapan atau fogging untuk membunuh virus denque yang ditularkan oleh nyamuk loreng yang ada di sejumlah daerah rawan penyakit. Bulan Januari dan Februari 2004, menurutnya, akan dilakukan 100 pengasapan terutama di berbagai daerah yang rawan penyakit yaitu Tahunan, Mlonggo, Kedung dan Batealit. Bahkan berbagai cara telah ditempuh seperti memberikan penyuluhan tentang manfaat bersih lingkungan dan perlunya pemberantasan sarang nyamuk (PSN) yang berada di bak mandi, tong sampah, ban atau kaleng bekas, tandon air dan tempat lainnya. Bahaya DB yang lebih banyak muncul di musim penghujan, DKK juga mengajak berbagai instansi seperti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Departemen Agama (Depag) maupun seluruh lapisan masyarakat untuk mewaspadai penyakit yang mematikan itu. "Sekarang ini dua kecamatan yaitu Tahunan dan Mlonggo sedang gencar-gencarnya memberantas DB dengan berbagai cara," tandas Kusnarto. Berdasar pantauan di RS Kartini, beberapa pasien DB kini dirawat di berbagai bangsal. Bahkan pihak rumah sakit juga menyediakan tambahan tempat khusus untuk menampung pasien DB. Direktur RS Kartini dr Koen Wardiningsih yang diminta penjelasannya tentang keberadaan pasien DB dirumah sakit yang dipimpinnya , tidak mau ditemui memberikan penjelasan.Alasannya dia sedang sibuk. Menurut keterangan pegawai rumah sakit, Direktur RS baru bersedia di wawancarai Senin (19/1) depan. (G11-34) |