logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 16 Januari 2004 Jawa Tengah - Pantura  
Line

SMK Islam Cetak Montir ''Cantik''

SMK Islam Pemalang selama ini dikenal sebagai sekolah yang pandai mencetak para montir ''cantik''. Cantik di sini bukan karena parasnya, melainkan karena kecakapannya dalam bidang tehnik mesin dan elektro yang siap pakai.

Baik siswa pria maupun wanita, setelah lulus langsung dapat bisa bekerja. Siswa tak bingung lagi mencari pekerjaan. Mereka bisa bekerja di sejumlah perusahaan besar. Bahkan, ada yang dibawa ke luar negeri karena memiliki prestasi menonjol dibandingkan dengan siswa lainnya.

Padahal, sekolah yang beralamat di Jalan Urip Sumoharjo 3 Pagaran itu baru berdiri 7 Juni 1995. Sekolah kejuruan teknik berbasis Islam ini dirintis oleh KH Kastolani Fathullah. Tujuannya adalah mencetak tenaga kerja profesional siap pakai.

Dalam penerimaan siswa baru (PSB), sekolah itu selalu menolak pendaftar hingga 75% karena melebihi kapasitas lokal. Kini memiliki 695 siswa. Tingkat I terdiri atas jurusan Teknik Mesin 5 kelas, Teknik Elektro 2 kelas. Tingkat II terdiri atas Teknik Otomotif 5 kelas, Audio Video 1 kelas. Tingkat III Otomotif 4 kelas dan Audio Video 1 kelas.

Kepala Sekolah Drs Wiyoni mengatakan, walau tergolong masih muda sekolahnya tidak kurang kegiatan. Selama ini terus dilakukaan penataan dan penambahan sarana prasarananya. Kini, sekolahnya memiliki tiga ruang praktik otomotif.

Ruang praktik berisi berbagai mesin kendaraan roda empat dan dua yang setiap hari tidak pernah berhenti dari aktivitas. Dua ruang praktik lainnya untuk elektro/teknik audio video dan ruang komputer.

''Saya sedang merencanakan sebuah ruang untuk bengkel AHASS Honda. Kontrak kerja samanya sudah disepakati. Hal itu nanti akan kami konsentrasikan pada tahun ajaran baru nanti,'' ungkap Wiyoni.

Sejak dicanangkan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) oleh pemerintah, SMK Islam langsung merespons dengan mengadakan hubungan mitra kerja bersama bengkel dan perusahaan yang sesuai dengan jurusan.

Tambah Pengalaman

Hal itu untuk meningkatkan dan menambah pengalaman siswa/siswi. Selain mitra kerja di Permalang, SMK Islam menjalin juga dengan perusahaan besar di Jakarta dan Semarang, antara lain PT Astra Group Jakarta, PT Panasonik, PT Nasional Group, dan PT Honda Astra. Sementara itu, siswa yang berprestasi di bidang teknik mereka bekerja di Jepang, Taiwan, Malaysia, Korea dan negara-negara lain.

Dalam program life skill/BBE pada 14 Januari lalu telah dilepas 24 peserta praktik kerja industri (prakerin) oleh Kepala Dinas Pendidikan Drs H Bambang Sukojo MM. Selanjutnya, mereka akan diterjunkan praktik di bengkel-bengkel AHASS Honda di wilayah Karesidenan Pekalongan untuk dua bulan.

Setelah selesai prakerin, mereka akan diuji kembali oleh sekolah dan tim dari Astra Honda. Menurut Bambang, kerja sama semua pihak dalam peningkatan pendidikan di Pemalang sangat perlu. Terutama kedisiplinan dan kemampuan para guru dalam mengajar sangat menentukan dalam mencetak siswa berprestasi.

Dia berpesan pula kepada peserta prakerin dan OSIS, untuk menjadi manusia yang kreatif, unggul, dan tangguh. Artinya kreatif dalam segala bidang serta unggul dalam prestasi. Juga berbudi luhur, beriman, dan bertakwa, sehingga tidak gampang terbawa arus kondisi yang negatif.(Saiful Bachri-14j)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA