logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 16 Januari 2004 Jawa Tengah - Pantura  
Line

Massa Geruduk Kantor PAN

  • Minta Basri Dicoret dari Daftar Caleg

PEKALONGAN - Massa dari Partai Amanat Nasional (PAN), Rabu malam, menggeruduk kantor DPD PAN Kota Pekalongan. Mereka menuntut pengurus DPD mencoret Basri Budi Utomo dari daftar calon legislatif.

Alasan mereka, Ketua Cabang Pekalongan Timur itu cacat moral karena telah membohongi beberapa orang. Rombongan yang dipimpin Malul Akbar, mantan Ketua Barisan Muda PAN dan Ketua Ranting Setono, Heri Prakosa, itu cukup mengejutkan pengurus harian DPD, yang malam itu rapat tertutup membahas surat yang masuk berkait dengan calon legislatif partai mereka. Rapat dipimpin Ketua DPD Fatchurahman Noor.

Rapat itu dijaga Barisan Muda PAN, sehingga massa tak bisa masuk. Namun karena massa dari sembilan ranting itu terus bertambah, Barisan Muda PAN tak mampu membendung lagi. Massa menggedor pintu, sehingga pintu dibuka. Mereka pun dipersilakan masuk untuk berdialog dengan pengurus DPD.

Dibubarkan

Rapat akhirnya dibubarkan dan pengurus menemui massa. Yang menemui massa antara lain Bendahara Fredy Wijaya, Sekretaris Muslih, Kepala Bidang Seni Budaya Abdillah, dan Ketua DPC Pekalongan Utara Bambang Ismunanto.

Malul mendesak pengurus mencoret Basri Budi Utomo sebagai calon legislatif PAN Pekalongan Timur. Mereka menilai Basri cacat moral karena sering membohongi ranting-ranting dan masyarakat.

Ada lima warga dirugikan Basri dalam bisnis. Yakni, H Subhan AR (warga Simbang Wetan, Buaran), H Marwah (Kuripan Lor Gang 21/169), Tjandra Alie (Klego Jalan Jlamprang 39), Fadjar Tasayan (Podowugih, Pekalongan), dan Agung Bahur (Jalan Sumatra 12 Pekalongan).

Surat sudah dikirim ke Malul Akbar, anggota PAN, dan dilanjutkan ke DPD PAN. Terjadilah dialog antara pengurus DPD dan massa dipimpin Fatchurahman Noor. Dialog berlangsung sejak pukul 21.00 hingga 00.00.

Pertemuan itu menghadapi jalan buntu, sehingga DPD membentuk tim independen untuk meneliti laporan warga. Tim itu terdiri atas pengurus DPD di luar pengurus harian dan bukan calon legislatif.

Fatchurahman menyatakan PAN menerima laporan dari warga dan menelitinnya. Dia menuturkan aspirasi warga merupakan bagian dari demokrasi. Penyelesaian akan dilakukan secara terbuka dan dewasa. Apa pun hasilnya, dia berharap bisa diterima semua pihak sehingga masalah intern partai itu terselesaikan dengan baik.

Namun Malul tetap pada tuntutannya. Yakni, Basri harus mundur dari pencalonan. Jika Basri tetap menjadi calon, massa akan kembali mengeruduk DPD PAN.(A15-14g)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA