logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 12 Januari 2004 Sala  
Line

TERAS

Setelah Pensiun Getol Memasyarakatkan Sukun

TANAMAN Sukun sudah dikenal masyarakat sejak lama. Namun seiring kemajuan zaman, tanaman tersebut semakin punah. Sebagian besar ditebang karena lahannya digunakan untuk mendirikan bangunan. Warga enggan membudidayakan karena keterbatasan lahan. Bagaimana upaya memotivasi warga, berikut petikan wawancara dengan Kardiramin, pensiunan karyawan Deptan yang kini getol memasyarakatkan tanaman Sukun:

Apa yang mendorong Anda gencar memasyaratkan tanaman sukun?

Yang jelas, tanaman tersebut mudah tumbuh. Percobaan yang saya lakukan di pinggir jalan di Desa Mulur, Bendosari dapat tumbuh dengan baik. Lagi pula tanaman itu buahnya dapat dimanfaatkan. Selain dikukus dan digoreng bisa dibuat kripik sehingga menambah nilai ekonomi warga.

Apa upaya Anda untuk memotivasi warga?

Awalnya kami melakukan pendekatan ke warga terdekat. Kami omong-omong saja membicarakan cara pemanfaatan lahan. Setelah tertarik, baru kami ngomong cara budidaya tanaman sukun tersebut.

Bagaimana tanggapan warga?

Kami akui, semula banyak warga pesimis. Soalnya, tanaman sukun yang selama ini dikenal warga bisa tumbuh besar. Padahal, luas lahan sebagian besar warga kini sangat terbatas. Istilahnya bisa untuk mendirikan rumah saja sudah untung. Tetapi sekarang ini sudah ada jenis sukun unggul dengan buah lebih besar dan tanaman lebih pendek. Sedikit demi sedikit, upaya yang kami rintis bersama tokoh masyarakat dan kebun bibit Bendosari sejak 2002 itu mulai mendapatkan sambutan.

Apa kunci keberhasilan memasyaratkan tanaman tersebut?

Kami tidak ngomong yang muluk-muluk. Pertama, tanaman sukun sudah dikenal masyarakat sejak lama, kedua kami langsung memberi contoh. Caranya, tanah di pinggir jalan kami tanami sukun agar masyarakat bisa melihat langsung sekaligus sebagai penghijauan. Ternyata sambutan masyarakat mulai muncul, apalagi setelah sebagian tanaman berbuah pada umur tanam tiga tahun.

Apa harapan Anda kepada Pemkab Sukoharjo?

Kami mengimbau Bapak Bupati dan jajarannya untuk membantu bibit sukun ini. Sekaligus untuk program penghijauan lingkungan agar tampak sejuk dan asri. (Joko Murdowo-34s)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA