logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 12 Januari 2004 Sala  
Line

Warga Ramai-ramai Bersihkan Makam

SERENGAN-Setelah memindahkan 86 kerangka di Makam Jambon RW 2 Kelurahan Joyontakan, Kecamatan Serengan, warga beramai-ramai membersihkan tempat tersebut. Dalam waktu dekat, mereka segera membangun parit di sekeliling bekas pekuburan itu.

Dari pagi hingga siang kemarin, tak kurang dari 400 orang dari RW 2 dan RW 3 terlibat dalam kerja bakti itu. Mereka mencabuti sisa-sisa akar pepohonan yang ada, membersihkan ilalang, dan membongkar sekitar enam nisan (kijing-Red) yang masih tersisa dari pemindahan yang dilakukan beberapa waktu lalu.

"Setelah makam yang ada dibongkar, tempatnya masih njembrung dan banyak ditumbuhi tanaman liar. Karena itulah warga memutuskan untuk kerja bakti membersihkannya sebelum pembangunan menjadi sarana umum dimulai," ujar Lurah Joyontakan Drs Chaerul Anwar ketika ditemui Suara Merdeka, kemarin.

Nisan yang dibongkar tersebut sudah tidak ada lagi pemiliknya. Kerangka yang ada di bawahnya telah lebih dulu dipindah. Mereka juga mencabuti sisa akar agar tanaman tak tumbuh lagi.

Setelah membersihkan makam, warga berencana meminjam alat berat seperti wheel louder, buldoser, dan traktor dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Surakarta untuk meratakan tanah makam.

"Struktur muka tanahnya memang tinggi di sebelah utara sehingga perlu diratakan. Fungsinya diratakan supaya tidak ambles."

Seperti diwartakan sebelumnya, warga RW 2 Kelurahan Joyontakan, Kecamatan Serengan berencana membangun sarana umum di bekas Makam Jambon disebabkan keminiman ruang publik di tempat itu. Rencana tersebut tercetus dalam Musyawarah Kelurahan Membangun (Muskelbang) 2002 silam yang diikuti dengan turunnya dana blockgrant Rp 17 juta untuk alih fungsi makam.

Sebanyak 86 makam yang berada di pekuburan kampung tersebut juga telah dipindahkan ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Daksinoloyo. Untuk pemindahan itu, panitia alih fungsi juga memberikan semacam dana tali asih Rp 150.000/kerangka (Suara Merdeka, 7/1).

Chaerul mengatakan, warga juga telah membuat rancangan gambar untuk pembangunan menjadi lapangan olahraga dan taman. Setelah tanah diratakan dan saluran di sekeliling makam selesai dibangun, warga akan memulai pembangunan.

Untuk pengadaan taman, warga akan meminta 140 bibit pohon untuk ditanam di tempat itu. "Jadi bukan sekadar untuk sarana umum bagi warga, melainkan juga menjadi tempat resapan air sekaligus mengurangi permasalahan banjir di wilayah itu," urai dia. (G18-80s)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA