logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 12 Januari 2004 Sala  
Line

Banyak Murid di Wonogiri Drop Out

  • Jadi Kendala Wajar 9 Tahun

WONOGIRI- Kemiskinan rakyat yang telah memunculkan banyaknya kasus murid SD dan SLTP drop out (DO) di Kabupaten Wonogiri, diperkirakan akan menjadi kendala bagi Provinsi Jateng untuk melakukan percepatan penuntasan wajib belajar (wajar) 9 tahun.

"Semestinya jangan sampai ada yang DO," kata Kepala Dinas Pendidikan Jateng Drs H Soebagyo Brotosedjati MPd.

Dihubungi sebelum tampil membawakan makalah dalam seminar pendidikan di Gedung Giri Wahana Wonogiri, Sabtu lalu (10/1), dia mengatakan, seiring dengan diberlakukannya era otonomi daerah, peran kabupaten/kota harus lebih dominan dalam penuntasan program wajar 9 tahun.

"Sebagaimana di Kabupaten Sragen, misalnya, di sana sudah mulai dicanangkan penuntasan wajar sembilan tahun," katanya. Dia berharap, meski kekuatan kabupaten/ kota tidak sama, langkah maju Sragen itu kiranya dapat disusul kabupaten/kota lain.

Sebab, lanjut dia, hal itu akan memberikan kontribusi positif dalam mendukung penuntasan wajar sembilan tahun Jateng yang rencananya dipercepat dari semula pada 2008 menjadi 2006.

Angka DO

Di Jateng angka DO murid SD hanya 0,36% dari total 4 juta murid dan DO SLTP hanya 0,37% dari 1,6 juta siswa, sedangkan DO SLTA mencapai 1% dari 800 ribu murid.

Seperti pernah diberitakan (SM, 10/1), Ketua Fraksi Amanat Keadilan Persatuan (FAKP) DPRD Wonogiri, Anding Sukiman SPd menyatakan, murid di Wonogiri yang tak mampu menyelesaikan studi pendidikan dasarnya mencapai 9.673 anak.

Mereka terdiri atas 4.506 murid SD dan 5.167 murid SLTP. Ini terjadi erat kaitannya dengan tingginya angka penduduk miskin yang mencapai 144.564 KK atau 48,86% dari total keluarga yang mencapai 295.898 KK.

Ketua Dewan Pendidikan, Dr Arief Suryono SH MH mengatakan, seminar pendidikan ini diselenggarakan dalam rangka peringatan HUT ke-1 Dewan Pendidikan Wonogiri. Ketua Panitia Seminar, Soejadi BcHk mengatakan, seminar diikuti 200 peserta, terdiri atas para kepala sekolah dan komite sekolah, LSM, wartawan, serta tokoh pendidikan lain.

Seminar menampilkan narasumber Kepala Dinas Pendidikan Jateng Drs H Soebagyo Brotosejati MPd, dosen UNS Prof Dr Soenarwan, dan Ketua Dewan Pendidikan Wonogiri Dr Arief Suryono SH MH.(P27-42i)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA