
| Senin, 12 Januari 2004 | Sala |
Mobil Ketua Dewan Disatroni Pencuri
WONOGIRI-Mobil dipasangi alarm bebas dijarah pencuri? Belum jaminan. Buktinya, mobil dinas Ketua DPRD Wonogiri Heru Sakirno, masih saja dijahili maling. Akibatnya, kaca kiri belakang mobil sedan Totoya Camry pelat merah AD 2 G pecah. Tampaknya sebelum memecah kaca, pencuri lebih dulu menyilet karet lis kaca. Sopir mobil dinas, Lasto, Minggu (11/1) mengatakan, kasus pemecahan kaca mobil tersebut diketahui Sabtu (10/1) pagi. Diduga, pemecahan kaca dilakukan Sabtu dini hari, saat mobil di parkir di garasi rumah Heru Sakirno, di Desa Kepyar, Kecamatan Ngadirojo (sekitar 10 km arah timur Kota Wonogiri). Meski mobil sudah di dalam garasi, tetap terbuka karena belum dilengkapi pintu garasi, sehingga "tamu" tak diundang dengan mudah masuk. Pecahan kaca kristal berserakkan di jok tempat belakang. Tapi karena di dalam mobil tak disimpan barang berharga, pencuri hanya membawa beberapa keping VCD dan hand body lotion. Ketua DPRD Heru Sakirno menyatakan, kasus itu telah dilaporkan ke Sekda Drs Mulyadi MM. Dia menduga, itu sebagai kasus murni kriminal yang tidak bermuatan politik. Sebab, untuk Pemilu 2004 dia tidak mencalonkan diri menjadi caleg. Seperti pernah diberitakan (SM 5/1), kasus pencurian dengan modus operandi menyilet lis karet untuk membongkar kaca mobil, pernah menimpa keluarga H Sudarwo di Lingkungan Cubluk, Kelurahan Giritirto, Kecamatan Wonogiri Kota. Peristiwa itu menyebabkan barang dagangan pakaian jadi dan kain batik milik anaknya, yang baru saja dibeli dari Solo dan tersimpan dalam mobil Panther terkunci, raib dibawa kabur maling yang membongkar kaca mobil. Sebelum itu, kasus serupa pernah pula diderita tiga pemilik mobil yang melayat ke rumah duka alamarhumah Ny Sumadiyo di Kampung Salak, Kelurahan Giripurwo, Kecamatan Wonogiri Kota. Pencuri yang berhasil membobol kaca, menjarah barang-barang berharga yang tersimpan di dalam mobil. Seperti handphone, surat-surat kendaraan, uang tunai yang kebetulan masih tersimpan di dalam mobil. Tiga mobil yang disatroni maling tersebut milik Singgih Prabowo, Timbul Utomo, dan Gatot. Kasatreskrim Polres Wonogiri, AKP Santosa SE mengatakan, maraknya kasus pembongkaran kaca mobil itu berlangsung sejak tersangka perampas sepeda motor Andri Novi alias Kadir alias Wonri (19) dinyatakan buron. Ada dugaan, ketika dia buron, ada kawanan yang sengaja berulah melakukan serentetan pembongkaran kaca mobil, dengan harapan hal itu dapat dituduhkan pada Andri. Tersangka Andri, warga Lingkungan Bahuresan, Kelurahan Giritirto, Kecamatan Wonogiri Kota, dinyatakan buron setelah kabur karena melakukan kejahatan perampasan sepeda motor milik Joko Santosa di Gunung Gandul Wonogiri. Dia membawa kabur sepeda motor milik murid SMK PGRI, setelah membacok Joko Santosa yang sebelumnya diminta memboncengkannya ke hutan Gunung Gandul. Tapi dia akhirnya ditangkap saat di Solo, bahkan terpaksa ditembak kaki kanannya ketika akan melarikan diri saat dibawa mengambil barang bukti ke hutan Gunung Gandul (Suara Merdeka, 5/1). Meski demikian, kasus pembongkaran kaca mobil pada malam hari ternyata masih saja berlanjut.(P27-34s) |