
| Senin, 12 Januari 2004 | Sala |
Pencemaran Turunkan Produktivitas PanganKENTINGAN- Pencemaran di lahan pertanian ditengarai telah menurunkan produktivitas lahan. Akibatnya, jumlah produksi pangan di lahan tersebut menurun. Kepala Loka Penelitian Pencemaran Pertanian (Lolingtan) Husein Suganda menegaskan hal tersebut di sela penandatangan UNS dengan lembaganya, Badan Meteorologi dan Geofisika, Balai Teknologi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BTP DAS), Balai penelitian Tanaman Obat (BPTO), dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Surabaya, kemarin. "Seperti yang terjadi di Ranca Ekek Jawa Barat, satu hektare lahan biasanya mampu memproduksi rata-rata 4,4 ton beras. Namun dengan adanya pencemaran, produksinya turun drastis menjadi sekitar 1-2 ton," ungkapnya. Dia menjelaskan, pencemaran yang terjadi terutama disebabkan oleh limbah industri, baik industri terkait dengan pertanian seperti herbisida maupun industri lain seperti tekstil. "Di Kalimantan Selatan, pencemaran antara lain disebabkan oleh tambang batubara. Di wilayah lain ada tambang emas yang untuk memprosesnya menggunakan air raksa. Ketika tanaman di sekitar itu diperiksa, ternyata ada kandungan Hg," jelasnya. Dikatakannya, akibat pencemaran pada tanaman yang kemudian dikonsumsi oleh manusia, memang tidak dirasakan secara langsung. Namun secara akumulatif hal itu dapat mengganggu kesehatan. Peneliti senior Lolingtan Ir Jauhari menjelaskan, untuk mengurangi tingkat pencemaran itu, lembaganya mencoba mengembangkan sejumlah teknologi. Diharapkan, nanti tanaman pangan aman dikonsumsi dan ramah lingkungan. Dekan Fakultas Pertanian UNS Prof Dr Ir H Suntoro Wongso Atmojo mengemukakan, kerja sama ini akan ditindaklanjuti dengan kegiatan-kegiatan nyata untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. (F11-80i) |