logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 12 Januari 2004 Ragam  
Line

Manajemen Data dalam Aplikasi Terdistribusi

BEBERAPA tahun yang lalu, permasalahan konektifitas dalam suatu institusi adalah bagaimana bekerjanya sebuah LAN (Local Area Network), sehingga karyawan dapat mengakses suatu database. Saat ini di era informasi E-Business sebagai institusi harus meningkatkan kemampuan akses melalui jalur publik yakni internet, supplier, sub-kontraktor, dan pelanggan.

Masing-masing bagian tersebut mempunyai perbedaan dalam konektisitas, keamanan dan kebutuhan informasi, sehingga dengan menggunakan tool-tool lama maka integrasi dari kesemuanya itu sudah ketinggalan. Kini permasalahan tersebut dapat diatasi dengan Bahasa Java yang di desain sebagai bahasa beratribut orientasi pada obyek, pembuatan pemrograman bisnis sangat mudah, platform Hardware Independent yakni pembuatan program Java dan objek yang portabel, mudah untuk jaringan, kesederhanaan dalam komunikasi dan mendukung industri yang ekstensif, serta mudah dibangun untuk aplikasi yang kompleks.

Keunggulan Java

Atribut kunci pada Java berbeda dari bahasa komputer lainnya seperti independensi hardware, orientasi objek, kemudahan dalam networking, dan dukungan pada industri yang ekstensif. Platform mesin independen, yakni pada kompilasi program ke suatu standar, kode byte berjalan pada suatu mesin virtual. Sementara Java Virtual Machine (JVM) saat ini merupakan interface yang konsisten untuk programmer dan menyembunyikan detil dari hardware dan konfigurasi dari sistem operasinya.

Karena kode yang sama bekerja dalam jangkauan yang berbeda dari suatu sistem, maka dari mainframe ke portable, programmer bebas dari kesulitan penggandaan dari keunikan suatu sistem tertentu. Ketika suatu CPU baru atau arsitektur sistem operasi diimplementasi, maka Java Virtual Machine dan librarynya akan tersedia. Aplikasi Java dapat dipergunakan pada lingkungan baru tanpa perlu adanya suatu modifikasi apa pun.

Departemen ilmu komputer dari dunia pendidikan sangat antusias mengadopsi Java. Peneliti-peneliti dari dunia pendidikan memberikan kontribusi yang sangat penting, khususnya untuk program yang berkaitan dengan masalah keamanan. Didunia industri, departemen penelitian dan pengembangan menunjukkan bahwa Java merupakan revolusi dari software bisnis. Standar dari Library Java dapat diterima dalam standard industri, misalnya protocol TCP/IP dan reprentasi Unicode pada alpabet intenasional.

Orientasi Objek

Berbeda dengan C++, Bahasa Java merupakan objek oriented secara total, sedangkan C++ merupakan campuran orientasi objek dan style dari bahasa C. Java saat ini merupakan standar bahasa untuk pengajaran pemrograman berorientasi objek dari banyak perguruan tinggi. Karena secara mendasar lebih mudah dibandingkan dengan C++.

Keuntungan utama dari orientasi objek untuk pemrograman bisnis adalah pada objek Java dapat mempunyai korespondensi one-to-one dengan event bisnis dan entitas bisnis. Hal ini dapat membuat kemungkinan untuk arsitektur sistem, mendesain lebih cepat dan bagi programmer untuk menulis kode yang baik dengan sangat mudah. Fitur lain adalah proses multi-tasking, untuk mendesain dengan model objek Java. Seorang desainer dapat mengantisipasi program Java untuk kebutuhan operasi dengan interkoneksi tinggi. Banyak proses yang berbeda membutuhkan perhatian dan banyak thread untuk akses ke objek yang sama.

Banyak user internet menemukan Java dalam Java Applet, suatu program kecil yang kapabel untuk berjalan dalam suatu web browser. Java Applet dimungkinkan bekerja dengan class-class khusus dalam library standar yang memfasilitasi perpindahan keseluruhan form data dengan protocol web. Meskipun demikian masih dapat menangani interface user yang kompleks.

JAVA dan CORBA

Object Management Group (OMG) didirikan pada tahun 1989 jauh sebelum Java diluncurkan. Ia merupakan organisasi non profit yang mengembangkan standarisasi untuk komunikasi berorientasi objek diantara sistem database. Cooperative Object Request Broker Architecture (CORBA) merupakan standarisasi yang dihasilkan oleh OMG. CORBA mencapai sukses pada indepensi hardware dengan pendefinisian arsitektur netral lanjut atau Interface Definition Language (IDL). Standar library Java menyediakan class-class pada peta objek Java untuk interface CORBA sebagaimana program Java dapat berkomunikasi dengan sebarang aplikasi CORBA .

Java dan SQL

SQL (Structured Query Language) adalah standar industri untuk database relasional. Java menyediakan Java Database Connectivity (JDBC) API untuk koneksi database dengan mengunakan standar SQL. Layanan JDBC mengintegrasikan standar library Java dan dapat digunakan untuk mendukung industri. Program Java menggunakan JDBC dapat membuat query dan transaksi dalam standarisasi dengan perbedaan hardware dan platform sistem operasi. Objek Java dapat membuat operasi database yang dilekatkan dalam suatu aplikasi untuk membedakan user dari kompleksitas operasi dalam suatu database.

Distribusi Objek Java

Konsep persamaan dari orientasi objek, mesin independent, konektisitas jaringan pada distribusi objek Java, merupakan salah satu kapabilitas Java yang sangat penting. Sebuah objek Java, atau koleksi objek dapat dipindahkan diantara sistem dengan membawa data dan logic. Kapabilitas ini yang disebut dengan serialisasi objek.

Java menyediakan Remote Method Invocation (RMI) sebagai salah satu objek Java yang dapat dieksekusi sebagai suatu metode dalam suatu objek. Terletak dalam program lain pada komputer lain seperti sebagai sebuah program local. Kebutuhan koneksi jaringan antara dua objek diatur secara jelas.

Kemudahan perpindahan objek Java dari satu aplikasi ke yang lainnya dapat digunakan untuk membuat kejelasan konektisitas database. Sebuah aplikasi dapat disertakan objek Java untuk mengadakan transaksi database tanpa membuka user bagi kompleksitas pada statemen formulasi SQL. Objek Java dapat membuat interface user portable, sehingga aplikasi dapat diupdate dengan interface komponen user baru dengan mudah melalui perpindahan objek menggunakan transmisi data.

Aplikasi Multi Tier

Jaringan aplikasi bisnis modern secara tipikal dibuat dengan arsitektur multi-tier. Pendekatan ini secara fungsional ke dalam tiga atau lebih layer atau tier, khususnya secara terpisah antara mesin yang terkoneksi dalam jaringan. Arsitektur ini memiliki utilisasi yang terbaik pada sumberdaya di setiap sistem, sekaligus meningkatkan kemudahan manajemen akses dan keamanan pengenalan pada database perusahaan. Desain yang baik jika suatu layer server mempunyai fungsi yang dapat dibedakan melalui beberapa mesin pada sistem dan dapat diskalakan sesuai dengan kenaikan trafik.

Client Side

Suatu client side dalam web adalah browser yang dapat menampilkan halaman statis HTML (Hypertext Markup Language). Saat ini suatu browser dapat terkoneksi dengan presentasi multimedia dan halamam web dinamis. Browser berjalan dari desktop ke wireless melalui komputer atau handphone. Kenyataannya suatu aplikasi menggunakan konektisitas internet mungkin dapat lebih penting daripada suatu browser. Contohnya adalah apalikasi E-business. Jaringan aplikasi client untuk fungsi khusus mudah dikembangkan dengan menggunakan Java. Karena memiliki sistem representative untuk mengirimkan report bug, suatu order melalui aplikasi untuk sales, serta suatu sistem otomatis untuk supplier yang menerima order dan mengirim invoice.

Layer Server Presentation

Layer presentasion pada server side menginterpretasi request dan format data untuk memberikan response ke client. Tampilan dapat berasal dari berbagai format yang berbeda. Untuk HTML, server dapat mengirim gambar, format data XML (eXtensible Markup Language) atau objek Java. Java menggunakan teknologi servlet dan Java Server page untuk melayani layer ini.

Sementara server logicnya menjalankan request dan transmisi data dalam operasi database, khususnya menggunakan format SQL. Pada layer ini Java menggunakan Java Enterprise JavaBean.

Sedangkan permasalahan dalam sistem terdistribusi terjadi jika suatu aplikasi bergantung pada koneksi secara kontinyu antara client dan jaringan. Aplikasi client akan sedikit digunakan jika user tidak menggunakan koneksi internet. Jika aplikasi client dapat berfungsi sementara offline, data harus rekonsiliasi dalam database perusahaan.

Keuntungan arsitektur sinkronisasi dalam Java adalah aplikasi client yang powerfull, database yang konsisten, dukungan biaya yang tereduksi dan reduksi biaya perawatan. (Fajar Junaedi EP/Universitas AKI Semarang-35)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA