logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 12 Januari 2004 Olahraga  
Line

Sirkuit Tenis KU Piala Wynne Prakusya

SOLO - Sepinya turnamen atau kompetisi tenis regional (Jawa Tenga) yang dikhawatirkan akan terjadi kemerosotan prestasi. Karena itu, Sekolah Tenis Gelora Pegadaian (STGP) yang sebelumnya sukses mengadakan Solo Open turnamen tenis beregu, kembali membuat gebrakan dengan mengadakan kejuaraan tenis usia dini memperbutkan piala Wynne Prakusya.

Pelatih STGP Pipit Supriyadi, pencetus ide diadakannya turnamen dengan mengambil nama petenis kondang asal Solo Wynne Prakusya, mengaku setelah bertemu langsung dengan Wynne. Kini dia mendapat dukungan sepenuhnya, ''Wynne berjanji jika tidak ada acara atau pertandingan di luar negeri akan datang untuk menyaksikan sirkuit tersebut,'' kata Pipit.

Menurut Pipit, kejuaraan mempertandingkan KU 12 dan 10 tahun dilaksanakan dengan sistem sirkuit, mulai diluncurkan Februari mendatang, diadakan selama tiga bulan berturut-turut. Pada bulan pertama dan Maret seluruh peserta putra-putri diharapkan dari Jawa Tengah akan bertanding untuk diseleksi yang akhirnya tersisa 16 pemain putra dan putri.

Memasuki sirkuit ketiga atau bulan April ,16 besar akan dibagi sistem grup, kemudian menggunakan poin untuk menentukan ranking. Sistem ini sangat efektif, karena pemain yang mempunyai kualitas, sebelum lolos final tidak akan bertemu dengan lawan yang bagus, baru akan bertemu di semifinal atau final.

''Sistem inimemang sedikit memerlukan kejelian. Hal ini agar terjadi persaingan yang sehat dan tingkat kompetisinya lebih murni tidak untung-untungan,'' katanya.

Pipit belum bisa menjelaskan jumlah hadiah yang akan diberikan kepada pemain yang berprestasi. ''Kita tunggu sponsor,'' jelasnya. (P44-57)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA