
| Senin, 12 Januari 2004 | Olahraga |
Junarto Jadi Rebutan DKI dan JatengSEMARANG - Para atlet Jateng yang berprestasi di SEA Games XXII Vietnam, di GOR Patriot Minggu kemarin, mendapat penghargaan dan bonus. Peraih medali emas mendapat Rp 5 juta, medali perak Rp 3 juta, kemudian medali perunggu Rp 2 juta. Bonus dan penghargaan diterimakan oleh Gubernur Jateng H Mardiyanto, kepada 18 atlet yang berprestasi. Di antara mereka terlihat Muhamad Junarto, yang merupakan wajah baru dari cabang olahraga bola sodok Jateng, karena selama ini lebih banyak memperkuat DKI. Pebiliar kelahiran Jepang yang sudah menetap di Jakarta tersebut, kemarin kebagian bonus sebesar Rp 8 juta, karena pada saat memperkuat Kontingen Indonesia di SEA Games Vietnam, berhasil merebut satu emas dan satu perak, dari nomor tunggal nine ball dan dari nomor ganda. Apakah Junarto bisa memperkuat Jateng di PON XVI? Hal ini masih harus menunggu perkembangan selanjutnya, karena sampai saat ini DKI masih mempermasalahkan, kemudian aturan baru dari KONI Pusat akan ikut mengganjal. Tetapi kenyataannya, ketika ada panggilan masuk Pelatnas SEA Games Junarto sudah tercatat sebagai atlet Jateng, sehingga kalau dihitung-hitung sudah satu tahun berdomisili di Jateng. ''Saya sudah resmi atlet Jateng,'' tutur Junarto, seusai menerima bonus. Rupanya Junarto akan terganjal oleh aturan baru. Aturan baru dari KONI Pusat tidak satu tahun lagi, tetapi harus berdomisili di daerah barunya selama dua tahun, sebelum babak kualifikasi PON dimulai. Ketua Pengda POBSI Jateng Tutuk Kurniawan, juga mengakui kalau atletnya baru satu tahun pindah ke Jateng dari DKI, sehingga kalau tidak bisa turun di PON, Junarto akan dimaksimalkan sebagai pelatih. ''Sampai saat ini DKI masih mempermasalahkan Junarto, tetapi dia sudah resmi milik Jateng. Kalau tidak terganjal aturan, dari cabang bilyar bisa menyumbangkan tiga medali emas,'' tutur Tutuk di GOR Patriot siang kemarin. (C16-57) |