logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 12 Januari 2004 Berita Utama  
Line

Semalam Beddu Amang Dibawa ke Mabes Polri

JAKARTA - Beddu Amang, tersangka kasus korupsi pakan ternak senilai Rp 841 miliar yang dinyatakan buron oleh pihak berwajib, Minggu kemarin telah ditemukan. Mantan Kabulog itu menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Polri dan semalam langsung dibawa ke Mabes Polri. Namun belum diketahui sejauh mana nasib tersangka, apakah langsung ditahan, dikembalikan ke rumah sakit, atau diizinkan pulang.

Yang jelas, menurut keterangan dr Hadi Djaja dari Pusdokkes Mabes Polri, dia sudah melakukan cek kesehatan terhadap tersangka. ''Hasilnya, dia dalam keadaan sehat,'' ungkap dr Hadi.

Usai menjalani pemeriksaan, tersangka yang didampingi istrinya itu langsung dibawa ke Mabes Polri dengan menumpang mobil Kijang milik kepolisian.

Seperti diberitakan, Beddu dinyatakan buron pada Sabtu lalu. Hal itu dilakukan Mabes Polri karena dia tidak memenuhi panggilan pemeriksaan soal korupsi pakan ternak pada hari Jumat dengan alasan sakit selama dua minggu. Pada Jumat pula, dua dokter dikirim ke rumah Beddu di Kemang, Jakarta Selatan untuk memastikan sakitnya. Akan tetapi Beddu tidak ada. Karena itu dia dijadikan buron.

Sebelumnya, dia disebut-sebut dirawat di Rumah Sakit Siloam Gleaneagles, Karawaci, Tangerang. Namun, ketika aparat kepolisian melacaknya ke sana, nama dia tidak terdaftar sebagai pasien di rumah sakit mewah tersebut.

Karena sudah dinyatakan sebagai buron, Mabes Polri pun membentuk tim khusus. Anggota tim disebar ke titik-titik tertentu yang dicurigai menjadi tempat persembunyiannya.

Direktur Tindak Pidana Korupsi Mabes Polri, Kombes Marshudi Hanafi menjelaskan, Senin ini pihaknya juga akan melakukan konfirmasi kepada dr Slamet Suyono yang memberikan surat keterangan bahwa Beddu harus beristirahat selama dua minggu.

''Kita akan mencoba membandingkan dengan medical record Pak Beddu untuk mengetahui penyakitnya.''

''Kita juga harus berpikir positif dan menghormati kode etik dokter meskipun keterangan dokter seperti itu sering disalahgunakan. Kita kasihan sama dokter kalau profesinya disalahgunakan oleh orang-orang seperti Pak Beddu Amang,'' katanya. (bu,dtc-33n)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA