
| Senin, 12 Januari 2004 | Berita Utama |
PEMILU 2004 Tak Puas dengan Pengajuan CalegDua DPC PKP Menyatakan BubarSEMARANG - Merasa tidak puas dengan susunan calon legislatif (caleg) peserta Pemilu 2004, dua DPC Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) Indonesia membubarkan diri. Keduanya adalah DPC Gayamsari dan Pedurungan. Sebelum menyatakan membubarkan diri, sejumlah pengurus yang hadir membakar semua atribut partai seperti bendera, papan nama DPC, dan menyatakan mundur. Selain itu, mereka memajang sejumlah spanduk hujatan terhadap susunan caleg yang dipampang di depan kantor DPC Gayamsari. Aksi pada hari Minggu (11/1) di kantor DPC PKP Indonesia Gayamsari Jalan Gusti Putri IV Tlogosari itu mirip demontrasi. Yakni menggelar sejumlah spanduk sambil membakar atribut. Ketua DPC PKP Indonesia Pedurungan, Kasri Riyanto menyatakan, dalam daftar caleg urutan I di daerah pemilihan III (Gayamsari, Pedurungan, Genuk), yang ditempatkan bukan tokoh yang berasal dari wilayah tersebut. Yakni, Onnie BB Aziztiyono yang merupakan ketua DPK PKP Indonesia Semarang. Sementara itu, usulan yang disampaikan DPC Pedurungan dan Gayamsari, untuk urutan I di DP-3 adalah Siti Rudinah yang menjabat sebagai Wakil Bendahara DPC Pedurungan dan Yogo Nugroho yang menjabat Wakil Bendahara Gayamsari. ''Namun yang ditempatkan pada urutan pertama justru orang yang tidak dikenal sehingga kami sangat kecewa dan menyatakan bubar,'' kata Kasri di sela-sela aksinya. Sebelumnya, DP-3 secara resmi telah mengirim surat kepada DPK PKP Indonesia pada tanggal 2 Januari 2004 lalu untuk meninjau ulang susunan caleg. Karena tidak mendapat respons, mereka memilih bubar. Selanjutnya, kader yang membubarkan diri mengaku sudah dipinang partai lain. Bahkan tidak hanya satu partai yang meminang, sudah ada tiga partai. ''Kami sudah dipinang tiga partai,'' kata Kasri. Sementara itu, ketika diminta konfirmasinya terkait dengan pembakaran atribut partai di tingkat pengurus Kecamatan Gayamsari, Wakil Ketua PKP Indonesia Jateng Ir Edi Sugiantoro didampingi Piet Budiono SE mengatakan, masalah ketidakpuasan itu sebetulnya sudah diatasi hingga tingkat provinsi. Pihak-pihak yang merasa tidak puas sudah dipanggil. ''Saya bisa menerima, artinya sudah ada kata sepakat untuk masalah tersebut. Namun kalau terjadi pembakaran atribut partai yang dilakukan mereka yang mengaku anggota partai, itu di luar sistem,'' tuturnya. Sebab, kata dia, segala persoalan yang muncul sudah diatasi sampai tuntas. Yang perlu diketahui, PKP Indonesia bertekad menyukseskan Pemilu 2004. ''Karena itu jika kemudian muncul masalah, itu benar-benar di luar sistem. Sebab PKP Indonesia sudah sepakat berbuat yang terbaik untuk menyukseskan Pemilu 2004,'' tandasnya. Sementara itu, sebenarnya DPK PKP Indonesia membalas surat yang dikirim Pengurus DP-3 tersebut. Surat bernomor 31/PKP.IND/SMG/XII/2003 yang ditandatangani Ketua PKP Indonesia Onnie BB Aziztiyono itu isinya tetap bersikukuh dengan keputusan Nomor 02/KEP/DPK SMG/2003 Tanggal 28 Desember 2003 tentang Susunan Caleg. ''Pengunduran diri Saudara sekalian dapat kami terima. Namun pembubaran atas nama PKP Indonesia bukan wewenang dan hak Saudara,'' tulis Onnie dalam suratnya. (G7,H2,E4-64n) |