logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 12 Januari 2004 Semarang & Sekitarnya  
Line

Sekarang Lebih Objektif

SALAH seorang anggota Panwas Pemilu Kota Semarang, Sugiyono SH, bisa jadi salah satu yang sudah tidak kaget lagi ketika mendapati kasus pelanggaran pemilu. Sebab pada Pemilu 1999 lalu, dia juga menjadi anggota Panwas, namun di Kecamatan Pegandon Kendal.

Menjalani tugas sebagai Panwas, memang tak lepas dari profesinya sebagai polisi. Dalam kesehariannya, pria berpangkat AKP ini adalah Wakasat Intel Poltabes.

''Kasus yang sudah kami hadapi (menjelang Pemilu 2004-Red) sebenarnya tergolong tidak berbelit-belit,'' kata Sugiyono, Minggu (11/1).

Ya, bisa jadi karena profesinya sebagai seorang anggota polisi, membuat pria kelahiran Semarang, 14 Juli 1959 ini tak begitu asing menghadapi berbagai kasus pelanggaran pemilu. ''Apa yang kami hadapi biasa saja. Hanya menambah wawasan di bidang pemilu.''

Pada Pemilu 1999 lalu, dia kebetulan menjadi Panwas di Kecamatan Pegandon, Kendal. Saat itu, dia Kapolsek Pegandon. Namun bapak dua anak yang cukup terbuka dengan rekan-rekan pers ini mengaku, saat menjadi Panwas di Pegandon, tak seobjektif saat ini. ''Baru pada pemilu ini, menjadi Panwas dengan kerja yang betul-betul objektif.''

Dalam menyikapi setiap persoalan, koridor hukum sebagaimana tertuang dalam UU 12/2003 tentang Pemilu, menjadi acuan. Yakni diberikan kewenangan untuk melakukan proses terhadap pelanggaran UU Pemilu. Sementara dulu, dia mengakui belum bisa sepenuhnya.

Lulusan Secaba 1984 dan Secapa 1995 ini menilai hubungan antarpeserta pemilu di Semarang cenderung kondusif. Apalagi juga seringnya dilakukan pertemuan antara sejumlah pihak untuk menyelesaikan sejumlah persoalan yang cukup krusial. (G7-45)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA