logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 12 Januari 2004 Internasional  
Line

Beagle 2 Tak Juga Diketahui Nasibnya

LONDON - Upaya terakhir untuk menghubungi misi pimpinan Inggris ke Mars dari kapal induk yang mengorbitkannya gagal Sabtu lalu. Kegagalan tersebut menambah kekhawatiran bahwa satelit Beagle 2 jatuh selama pendaratannya Hari Natal lalu.

Juru bicara misi tersebut mengatakan, tidak ada sinyal yang dideteksi ketika kapal induk itu, Mars Express, melewati tempat yang diduga untuk mendarat satelit itu pada pukul 14.04 WIB (21.04 WIB) Sabtu lalu.

''Saya bisa membenarkan bahwa tidak ada sinyal yang terdeteksi, kesempatan berikutnya mungkin pada tanggal 12,'' jelasnya. Dia menambahkan, komunikasi mungkin lebih bagus pada tanggal 12 Januari ketimbang dua hari sebelumnya karena posisinya.

Kesuraman yang menyelimuti misi semua Eropa pertama ke Mars bertolak-belakang dengan kegembiraan di NASA (Badan Antariksa AS). Nasa menerima gambar-gambar dengan ketajaman tinggi dalam beberapa hari belakangan ini dari robot penjelajahnya, Spirit. Robot tersebut mendarat dengan selamat di Planet Merah itu pekan lalu.

Setelah tanggal 12, Express akan melewati tempat pendaratan lagi pada tanggal 14 Januari. Upaya terakhir akan dilakukan pada Februari.

Kegagalan memperoleh sinyal itu menambah kekhawatiran bahwa satelit tersebut, yang besarnya setara dengan payung terbuka, mengalami nasib serupa dengan banyak pesawat antariksa lain sebelumnya dan berakhir menjadi potongan logam yang bertebaran di seluruh Mars.

Namun Profesor Colin Pillinger, ilmuwan terkemuka pada misi itu, berulangkali mengatakan dia tidak mau menyerah.

Misi Spirit AS

Sementara itu, para ilmuwan di Laboratorium Penggerak Jet milik NASA, Sabtu lalu, mengatakan robot penjelajah AS di Mars telah menyelesaikan perubahan bentuknya dari pesawat pendarat lipat menjadi penjelajah mobil lebih cepat dari perkiraan. Pesawat penjelajah itu mungkin berputar ke luar bantalan pendaratannya paling cepat besok.

Robot penjelajah, Spirit, itu dijadwalkan memulai pencarian tiga bulan bagi tanda-tanda air di Planet Merah itu, Kamis nanti - hari ke-14 di Mars - namun kemudahan dalam manuver berdiri dan cepatnya mengatasi masalah dengan pesawat pengorbit menyebabkan misi itu selesai lebih cepat.

Pada hari ketujuhnya di Mars, Spirit dengan sempurna melaksanakan salah satu penyebaran antariksa paling kompleks untuk berubah dari bentuk pendaratan tetrahedron ke kendaraan seukuran kereta golf dengan enam roda, kata sejumlah ilmuwan.

Pesawat pengorbit menarik kembali mekanisme pengangkat yang menaikkan Spirit ke ketinggian penuh, sehingga memungkinkan penjelajah itu memasukkan kembali roda depan dan belakangnya dalam langkah-langkah akhir ''origami robot'', kata Chris Voorhees, insinyur sistem mekanik.

''Dia bisa tidur mulai sekarang dan istirahat dengan tenang selama enam hari,'' tambahnya. Tim NASA, Jumat lalu, menghabiskan waktu di ''ruang percobaan'', sejenis kotak pasir Mars yang dibikin seperti tempat pendaratan Spirit. Mereka berusaha mengidentifikasi risiko jalan yang dilewati robot penjelajah itu.(rtr-niek-46)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA