
| Senin, 12 Januari 2004 | Internasional |
Madrasah Swasta Thailand Dituding Latih Kaum MilitanBANGKOK - Thailand akan menyelidiki beberapa sekolah Islam (madrasah) swasta yang diyakini melatih para militan setelah gelombang kekerasan di bagian selatan negara tersebut, kata PM Thaksin Shinawatra, Minggu kemarin. Sejak serangan-serangan satu pekan lalu, Thaksin secara konsisten mengaitkan kerusuhan di kawasan itu dengan kelompok kriminal, bukannya kelompok separatis Islam seperti dikatakan beberapa pembantunya. Namun kemarin, Thaksin menduga adanya kaitan antara kelompok Islam dan serangan di satu pangkalan militer dan pembakaran 21 sekolah yang menimbulkan kekhawatiran tentang pemberontakan kubu separatis. Ketika ditanya wartawan apakah beberapa sekolah Islam swasta dulu pernah digunakan untuk melatih para militan, Thaksin mengatakan, ''Tentu. Intelijen kami harus bertindak lebih baik. Kami tidak akan mengizinkan mereka terus melakukan hal itu lagi.'' Dia menjelaskan, pihak berwenang akan menyelidiki sekolah-sekolah tersebut, namun tidak memberikan perincian lebih lanjut. ''Tidak ada yang bebas hukum. Kami mengizinkan semua orang melaksanakan agama mereka secara bebas. Namun semua orang juga harus menaati hukum,'' tambahnya. Para pemimpin Islam menyambut baik penyelidikan itu namun menuduh Thailand mengikuti langkah AS yang langsung menunjuk kaum muslim setiap terjadi aksi kerusuhan. Lebih Terpelajar ''Kami siap diperiksa oleh pemerintah karena kami merasa tidak nyaman dikenai tuduhan tersebut,'' kata Mohamad Naserruddin Lehnu, wakil kepala sekolah di Sekolah Yayasan Azizstan di Pattani. Di masa lalu, beberapa sekolah mungkin terlibat dalam pemberontak separatis, jelasnya. Namun gerakan separatis telah mati pada 1990-an. ''Orang-orang sudah lebih terpelajar,'' tambahnya. Ada sekitar 300 sekolah Islam di Thailand selatan, yang dihuni sekitar enam juta muslim atau 10 persen dari penduduk negara yang mayoritas penduduknya beragama Buddha itu. Thaksin membantah pernyataan para pembantu tingginya bahwa tokoh-tokoh Islam yang mungkin berkaitan dengan Jamaah Islamiyah (JI), berada di balik serangan tersebut. JI merupakan jaringan di Asia Tenggara yang bertanggung jawab atas pengeboman kelab malam di Bali tahun 2002. Polisi mengatakan Bersatu merupakan nama pelindung bagi sejumlah kelompok separatis, termasuk Gerakan Mujahideen Islam Pattan dan Barisan Revolusi Nasional.(rtr-niek-46) |