logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 12 Januari 2004 Budaya  
Line

Ah, Marshanda Telah Remaja

AGAKNYA bukan karena jenuh berperan sebagai Lala, gadis kecil yang manis dan baik hati dalam sinetron seri Bidadari, jika mantan artis silik Marshanda ''keluar'' dari serial itu. Tapi barangkali karena ia bukan lagi anak-anak, sehingga ia perlu peran yang sesuai.

Mungkin itu alasannya. Tapi apa pun, mulai Kamis (15/1) pukul 19.00 mendatang, akting Marshanda bisa disaksikan dalam sinetron bertajuk Kisah Sedih di Hari Minggu di RCTI.

Masih seperti perannya dalam Bidadari, Marshanda tampil sebagai tokoh yang manis dan baik hati lewat sosok Imel. Hanya saja, ia harus berjuang dan mengatasi sendiri masalahnya, karena ayah pergi meninggalkannya, sedangkan ibu tak berdaya. Dan kali ini, tak satupun bidadari yang bisa menolongnya.

Imel, gadis berusia 16 tahun itu juga memiliki kebencian yang luar biasa terhadap makhluk bernama cowok. Ia trauma atas sikap ayah yang berselingkuh dan menyia-nyiakan ibunya.

Maka, masa remaja yang mestinya indahnya, memiliki banyak teman dan mulai mengenal cinta, bagi Inel terasa menjemukan. Bagi Imel, semua laki-laki di sekelilingnya terkesan lembek dan tidak bertanggung jawab. Pengalaman hidup telah mengajarkan hal itu.

Dalam sinetron ini, selain berperan sebagai tokoh utama, Marshanda menyanyikan lagu temanya yang berjudul sama dengan sinetronnya.

''Kebetulan saya penggemar Koes Plus. Lagu ini tentu akan membangkitkan nostalgia bagi mereka yang seumur saya. Sedangkan bagi para remaja akan mengenal bahwa dulu pernah ada Koes Plus, sebuah grup band yang terkenalnya nggak kalah dengan Beatles di Indonesia,'' tutur Leo Sutanto, produser.

Seorang Agnes

Leo mengaku, ia memang sedang ingin menciptakan seorang Agnes Monica lagi lewat Marshanda. ''Saya yakin ia punya potensi untuk itu. Ia pintar menyanyi dan berakting. Jadi apa salahnya kalau ia saya proyeksikan bakal menjadi sekelas dengan Agnes?''

Tapi mengapa judulnya Kisah Sedih di Hari Minggu? ''Kebetulan ada sebuah peristiwa sangat menyedihkan yang terjadi pada hari Minggu. Dan kisah sedih itu kemudian sangat mempengaruhi kehidupan Imel selanjutnya.''

Skenario drama remaja ini ditulis Dani Zuko. Selain Marshanda, sejumlah artis yang membintangi sinetron ini, antara lain Meriam Bellina, Mathias Muchus, Ira Wibowo, Adi Bing Slamet, dan bintang muda seperti Gading Marten, Vicky, Jennifer, serta Egi.

''Ini menarik sekaligus menantang,'' komentar Lala Hamid, direktur program RCTI. Dia menambahkan, stasiun teve-nya pernah sukses ketika bintang cilik Agnes Monica, pembawa acara ''Tralala Trilili'' beranjak remaja, dan diberi peran utama dalam Pernikahan Dini.

Marshanda sendiri mengaku tak kesulitan mencari sosok Imel pada orang lain. ''Nggak perlu jauh-jauh, karena saya sendiri kan sudah remaja. Meski umur saya baru 14 tahun. Alhamdulillah, saya bisa mengatasinya kok,'' tutur gadis cantik yang murah senyum ini.

Ya,ya, Marshanda memang telah remaja. Ia bukan lagi seorang bocah yang gampang bersedih, dan kemudian meminta pertolonan bidadari seperti yang selalu ia lakukan dalam sinetron sebelumnya.(Tresnawati-79)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA