logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 6 Januari 2004 Surat Pembaca  
Line

Surat untuk Bupati Kendal

Pemerataan pembangunan di wilayah Kendal, termasuk desa kami yang terletak di perbatasan dengan Kota Semarang tepatnya di Dusun Rejosari Desa Trisobo, Boja. Jalan tersebut penghubung terdekat ke Kota Semarang maupun untuk pencarian ekonomi masyarakat setempat. Sarana jalan ini memang benar-benar dibutuhkan masyarakat.

Dusun Rejosari Desa Trisobo pernah mengajukan proposal untuk pembangunan jalan, namun berhenti di kelurahan karena lurah tidak mau menandatangani dengan alasan, salah dan sudah mengajukan proposal. Kami jenuh menunggu realisasinya. Akhirnya kami buat lagi dan lagi-lagi Pak Lurah tidak mau menandatangani dan ini terulang hingga sampai empat kali.

Terakhir kami buat 15 November 2003 dan 17 November 2003 sudah masuk ke Kendal. Proposal sampai di Bapak Lurah lagi-lagi tidak mau menandatangani dengan alasan yang sama. Akhirnya proposal kami masuk ke Kendal tanpa tanda tangan Bapak Lurah, hanya RT I, II, III kemudian RW III, Kadus Rejosari dan Ketua BPD, mengetahui kecamatan.

Bapak Bupatiku yang terhormat. Kami sadar proposal yang kami ajukan adalah cacat, dan kecacatan itu mungkin bisa menjadi bahan pertimbangan dan kebijakan Bapak. Karena itu apakah kami salah bila kami tidak mengakui ada lurah di Desa Trisobo.

Apalagi disusul dengan adnya bantuan dari Kendal berupa bibit durian yang tidak dibagikan ke masyarakat Dusun Rejosari. Semoga Bapak Bupatiku mengerti dan memahami serta dapat memberikan kebijaksanaannya kepada kami.

Yanuri
Desa Trisobo, Boja

***

Kenaikan Pangkat

Menanggapi keterangan Bupati Grobogan Bp Agus Supriyanto SE tentang kenaikan pangkat PNS yang tidak dipungut biaya, rasanya kurang benar. Hal ini saya sampaikan atas dasar kenyataan. Saya dan beberapa saudara yang PNS dan kebetulan jadi pejabat tahu, untuk kenaikan pangkat reguler tidak dipungut.

Tetapi bagi yang kenaikan pangkatnya dipercepat, dipungut biaya secara bertahap. Ada yang Rp 500.000, Rp 750.000, Rp 1.000.000 dan bahkan ada yang lebih. Jadi pernyataan Bapak Bupati Grobogan tersebut tidak lengkap.

Menurut saya, pernyataan tersebut sebenarnya untuk menunjukkan kebersihan dan kewibawaan Pemkab Grobogan, tetapi sebenarnya malah sebaliknya. Beliau malah membuka kekurangannya sendiri karena tidak tanggap terhadap lingkungan pemerintahannya, perilaku para pejabat bawahan serta tahunya hanya terima bersih.

Banyak kasus lain yang tidak ditindaklanjuti, misalnya korupsi oleh bendahara, sudah lama diam dan kapan selesainya. Juga kasus korupsi di BPR Tegowanu dan Geyer yang diduga melibatkan Ka Bawasda dan Ka Bag Perekonomian, mana tindakan terhadap kedua pejabat tersebut.

Belum masalah proyek pembangunan Jl Gajahmada dan kasus yang sudah biasa terjadi di tiap kantor/dinas/instansi Pemerintah, SPJ fiktif yang marak dan terkesan membudaya dengan dilandasi saling mengerti, seakan pengawasan tidak berfungsi sama sekali. Dengan kata lain yang mencolok adalah "Waskat" (wajib setor kepada atasan). Kalau semacam itu terus berlangsung, mau dibawa ke mana Kabupaten Grobogan tercinta ini?

Sumardi
Kandangan Rt 3/Rw 3 Purwodadi, Grobogan

***

Terbebas dari Kencing Manis

Salah satu keluarga saya yang tinggal di Semarang lama menderita kencing manis. Pertengahan tahun 1998 saat cek darah menunjukkan angka 250 mg/dl. Aktivitas terganggu karena badan lemas, lesu, berat badan turun drastis.

Pengobatan yang dijalani antara lain dengan dokter, berbagai jamu godokan, sinshe dan beberapa alternatif serta berbagai saran sudah dicoba tapi hasilnya kurang memuaskan. Awalnya sekitar bulan Juli 2003 saya ke Jabar membaca tulisan penderita kencing manis sembuh total.

Saya mencari informasi dan ternyata disiasati dengan Kefir Bening. Setelah obat saya dapatkan dan dicoba oleh keluarga saya selama 1 bulan rutin hasilnya luar biasa. Dari 216 mg/dl pada bulan September 2003, bulan Oktober turun jadi 130 mg/dl dan terakhir bulan November jadi 123 mg/dl. (hasil laborat terlampir).

Keberhasilan tersebut diimbangi dengan pola hidup yang sehat, olah raga dan berdoa. Demikian pengalaman keluarga saya yang saat ini telah terbebas dari kencing manis. Bahkan Lebaran lalu kondisinya sudah stabil. Mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat.

Ciptono
Jl Perintis Kemerdekaan 16 Batang

***

Butuh Buku untuk Perpustakaan Masjid

Pengurus Masjid Al Istiqomah kini berusaha melengkapi sarana ibadah berupa tempat wudhu dan perpustakaan. Kami menerima bantuan baik berupa uang, mushaf, buku-buku maupun majalah Islam dari para pembaca.

Bantuan dapat disalurkan langsung ke masjid Al Istiqomah, Soko RT 1/RW 5, Brujul, Jaten, Karanganyar 57762 atau Bank Syariah Mandiri Cabang Solo, No 0127004335 atas nama Toni Tri Nugroho, atau Bp Sugiyanto Kampung Dua RT 6/RW 2 No 98 Kelurahan Jaka Sampurna, Bekasi Barat (0271) 8854113.

Ketua
Ahmad Tukiman

***

Pak Polisi, Tolonglah....

Saya bingung harus mencari ke mana STNK H 4168 GG yang ditahan petugas Polisi. Kronologis, motor saya dipinjam tetangga sejak Oktober 2003. Bulan Desember 2003 STNK-nya saya minta karena sudah habis masa berlakunya dan harus diperpanjang.

Ternyata menurut tetangga, STNK ditahan petugas operasi Patwal tanggal 28 Oktober 2003 di jalan Arteri (Soekarno-Hatta) Semarang saat dia mau nonton trek-trekan. Dan parahnya lagi, dia tidak mengetahui nama petugas yang menahan sehingga menyulitkan untuk melacak. Surat tilangnya pun tidak diberikan oleh petugas.

Saya sudah mencari ke Polsek Semarang Timur namun karena tidak menemukan dan menyarankan ke kantor Patwal (depan SMK Negeri 7). Dari sana petugas mencoba membantu mencarikan dan jawabannya dan baru bisa saya dengar setelah pukul 16.00 hari berikutnya melalui telepon. Namun belum juga menemukan. Pak Polisi mohon bantuannya menemukan STNK tersebut.

Nining Wahyuningsih
Kalicari II/47, Semarang

***

Fastabikul Bisnis

Beberapa waktu lalu Suara Merdeka menelorkan bahasa Indonesia baru, yang membuat saya nyengir dan mesem-mesem... Baru kali ini saya mendengar, walau sudah beken baca koran. Tetapi apa yang disindir Sirpong ini betul-betul mengena, Fastabikul bisnis. Artinya "berbaik-baiklah berbisnis", begitukah ?

Kalau memang begitu, apa orang yang akan pergi haji merupakan "lahan basah" yang harus diperebutkan. Apakah tidak takut dosa atau memangnya sudah tak mau tahu apa arti dosa? Ah... Pong... Pong... Sirpong udele bodong tenan... hahaha...

Sekadar untuk peringatan saja bagi para pejabat baru yang tugas di Kota Wali Sunan Kudus ini, hati-hati... kuwalat dan tambane ora ana....Ayo sama-sama Sirpong hae wong Kudus... ayo ngguyu... ngguyu maneh... ngguyu maneh... hahahaha... sampai ngakak... hahaha.....

H Riyanto
Kudus


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA