
| Selasa, 6 Januari 2004 | Sala |
Penataan Balekambang Perlu Pikirkan Permukiman SenimanBALEKAMBANG- Rencana penataan Taman Balekambang yang saat ini dipersiapkan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Surakarta agar memikirkan permukiman para seniman di kawasan itu. "Ini berkaitan dengan keberadaan ketoprak sebagai salah satu aset budaya yang harus dilestarikan," kata Ketua Pamong Kerabat Kerja Seniman Muda Surakarta (KKSMS) Abimanyu BE, kemarin. Dia mengemukakan, selama ini Taman Balekambang dikaitkan dengan kehidupan seni tradisional, identik dengan ketoprak. Di taman itu, sejak dahulu sudah sering digunakan beberapa kelompok ketoprak yang berusaha bertahan. Namun, baru pada era 1990-an yang bertahan bertahun-tahun. Ketoprak itu didirikan KKSMS sejak 1990, berpentas setiap malam, dan mampu bertahan hingga awal tahun ini. "Ketoprak ini sudah banyak dikenal kalangan seniman tradisional di beberapa daerah, dan mereka mengakui ketoprak itu sudah eksis dan cukup baik. Bahkan, banyak kalangan seniman ataupun lembaga seni menganggap ketoprak Balekambang semacam konservasi budaya," ujarnya. Berkait dengan itu, dalam penataan taman yang sekarang sudah disusun Bappeda, Abimanyu berharap, perlu dipikirkan permukiman para seniman yang selama ini menjadi pilar bertahannya ketoprak itu. Seniman pendukung kelompok itu selama ini bermukim di sekitar panggung dalam bedeng-bedeng yang telah dibangun Pemkot. "Ini menunjukkan keberadaan kelompok itu sudah diakui masyarakat, bahkan mendapat bantuan dana abadi Rp 150 juta dari Pemkot," lanjutnya. Dia sependapat, di kawasan itu tidak ada permukiman termasuk seniman. Namun, para seniman ketoprak itu perlu dipikirkan agar kelangsungan ketoprak Balekambang tetap lestari.
"Mohon dipikirkan mes serupa untuk tempat tinggal. Kalau bisa, yang tidak jauh dari kawasan itu agar mereka bisa tetap hidup dan menghidupi ketoprak itu." Tempat Layak Menanggapi soal itu, seniman ST Wiyono SKar mendukung keinginan Abimanyu tersebut. Dia sependapat, di Balekambang tidak ada permukiman penduduk. Penataan lokasi itu murni untuk pusat pengembangan pariwisata dan kesenian seperti semula. Demikian dengan para seniman ketoprak, juga tidak bertempat tinggal di taman itu. "Mereka perlu tempat layak untuk hidup tapi tidak jauh dari Balekambang. Silakan mereka digusur untuk kepentingan yang lebih baik. Hanya, Pemkot harus konsekuen serta konsisten. Kalau para penghuni yang sekarang digusur, jangan muncul permukiman baru meski dengan penampilan lebih mewah," ungkapnya. Selama ini di kawasan Taman Balekambang, sejak dahulu sudah dihuni puluhan warga. Mereka ada yang secara administrasi pemerintahan menjadi warga Kota Solo, namun ada juga yang berasal dari luar kota dan di tempat itu boro dengan tetap memiliki KTP daerah asalnya. Selain seniman ketoprak yang selama ini menjadi anggota KKSMS, banyak juga warga yang mempunyai mata pencaharian di luar dunia seni. Bahkan, kawasan itu sejak dahulu dianggap daerah hitam dam kumuh. Banyak berdiri bangunan liar yang menjadi tempat para wanita tuna susila bermukim dan mencari mangsa.(sri-42j) |