
| Selasa, 6 Januari 2004 | Sala |
Tiga RS Dipenuhi Pasien DiareSRAGEN-Sejumlah rumah sakit di Sragen dipenuhi pasien rawat inap bayi dan anak-anak. Sementara itu, bangsal di RSK Mardi Lestari, RSI Amal Sehat, dan RSIA Sarila Husada dipadati pasien dewasa dan anak. Namun, para pasien yang berdatangan kemarin pada umumnya anak-anak dan bayi yang menderita sakit diare, batuk, panas, serta sebagian demam berdarah. ''Kebanyakan pasien yang masuk bayi dan anak-anak karena diare,'' tutur Purwaningsih, karyawan RSIA Sarila Husada, kemarin. Adapun yang menderita demam berdarah hanya lima pasien. Lima puluh kamar dari rumah sakit itu sudah terisi penuh pasien. Pagi kemarin, banyak ibu yang memeriksakan anaknya karena demam atau diare. RSI Amal Sehat yang berdampingan dengan RSIA Sarila Husada, juga banyak dikunjungi pasien baru. Karena tempat penuh, kemarin rumah sakit itu terpaksa mengoper pasien yang datang untuk diteruskan ke RSUD. Pagi kemarin, puluhan anak antre berobat di RSIA Sarila Husada. Di antara anak yang menderita sakit diare ada yang langsung menjalani rawat inap. Banyak juga yang menjalani rawat inap sejak Sabtu lalu. Dari hasil pemantauan Suara Merdeka, RSIA Sarila Husada dengan kapasitas 50 tempat tidur menjadi alternatif pertama yang dipilih, sehingga bangsal dipenuhi pasien. Kini bangunan fisik rumah sakit ibu dan anak yang dikelola suami-istri dr Purwadi dan dr Sujiyati itu mulai dikembangkan dan bekal menjadi rumah sakit yang representatif. Di RSK Mardi Lestari, sejumlah anak yang dirawat umumnya mengalami sakit diare, batuk pilek, dan panas. ''Sejak musim penghujan, banyak anak-anak yang mengalami diare dan kemungkinan dehidrasi, sehingga terpaksa harus mondok,'' tutur seorang perawat di RSK Mardi Lestari. Pasien yang rawat inap di tiga rumah sakit itu ditangani tiga dokter spesialis anak, yakni dr Widiatmojo, dr Oriono, dan dr Pursito. (nin-81k) |