logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 6 Januari 2004 Sala  
Line

Teras

Bekerja Tanpa Mengenal Waktu

JALUR Ampel-Banyudono, Boyolali yang merupakan jalan utama, pada musim penghujan ini rawan kecelakaan. Jalan sepanjang 25 km tersebut sangat licin dan berkelok-kelok. Daerah itu acap kali terjadi kecelakaan. Bila kecelakaan, sudah dapat dipastikan akan terjadi kemacetan. Lebih-lebih jika bus atau truk yang mengalami kecelakaan. Jalan akan tersumbat ''bangkai'' kendaraan. Karena itu, keberadaan mobil derek sangat membantu untuk mengatasi kemacetan akibat kecelakaan. Berikut petikan wawancara Suara Merdeka dengan Wakil Ketua Persatuan Sopir dan Kernet (Personek) ''Rukun Santosa '' Boyolali, Hananto yang mengelola mobil derek.

Anda sering kali terlibat penarikan bus dan truk yang terperosok di selokan atau sungai di jalur Ampel-Banyudono. Apalagi pada musim hujan ini, bukankah Anda akan lebih sibuk lagi?

Sepanjang ada permintaan dari polisi kami tetap menderek kendaraan yang perlu diangkat dari selokan atau sungai. Apa yang saya lakukan dengan mobil derek ini tidak mengenal waktu dan cuaca. Petir menyambar-nyambar kalau harus menderek ya harus dilakukan.

Anda tidak khawatir terjadi sesuatu pada musim penghujan ini?

Rasa khawatir itu tetap ada. Bisa dibayangkan saat menderek bus atau truk terjadi hujan lebat disertai petir. Khawatir dan deg-degan tersambar petir, tetap menghantui. Tetapi saya anggap itu semua risiko pekerjaan.

Jadi, pekerjaan Anda mulia?

Terserah orang menilai dan memberikan pujian. Yang pasti dalam keadaan apa pun saya dan teman-teman harus bekerja sepanjang ada permintaan. Jika tidak segera dikerjakan akan merugikan orang lain. Bus atau truk yang terjungkir atau terperosok di selokan jika tidak segera ditarik menimbulkan kemacetan.

Apakah Anda pernah mengalami kesulitan yang mengundang bahaya?

Pernah. Saat itu sekitar pukul 02.00 dini hari ada permintaan dari polisi untuk menderek mobil tangki yang mengangkut elpiji. Mobil itu terperosok dalam posisi miring di selokan. Karena mengangkut elpiji dan membahayakan keselamatan maka saya batalkan. Kalau nekat, dapat dibayangkan apa yang akan terjadi.

Berapa kekuatan mobil derek yang Anda kelola?

10 sampai 12 ton. Ukuran itu untuk bus dan truk. Itu pun peralatannya sudah cukup canggih dengan menggunakan hidrolis. Jadi, tidak menggunakan kekuatan tangan, tetapi dikerjakan oleh mesin. Apa yang saya kerjakan ini tidak lepas bantuan dari salah seorang pengusaha di Salatiga, Pak Santosa. Saya ucapkan terima kasih.

Berapa biaya yang diperlukan untuk menderek truk atau bus?

Tergantung pada tingkat kesulitan dan jarak tempuh. Selain itu juga jenis angkutan yang akan diderek. (Suti Harjoyo-34s)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA