logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 6 Januari 2004 Sala  
Line

''Cara Nyoblosnya Saja, Aku Masih Bingung''

PELAKSANAAN Pemilu 2004 semakin dekat. Namun, mayoritas pemilih masih banyak yang diliputi kebingungan untuk memahami sistem proporsional terbuka. ''Bagaimana nyoblos-nya saja aku masih bingung,'' ujar sejumlah warga Wonogiri saat disinggung soal Pemilu 2004.

''Jujur saja. Jangankan orang awam, saya yang aparatur pemerintah saja juga masih bingung menjelaskan soal coblosan Pemilu 2004. Padahal, rakyat suka bertanya tentang hal itu,'' ungkap Asisten Sekda Drs Dwiputro Setyantomo MM.

Dia mengatakan, semestinya institusi penyelenggara pemilu sejak dini harus melakukan kegiatan penyuluhan kepada masyarakat pemilih. Paling tidak cara mencoblosnya, agar mereka tidak diliputi kebingungan.

''Sayang, sejauh ini saya belum melihat action dari KPU Kabupaten Wonogiri dalam memberikan penyuluhan kepada pemilih. Wajar bila masyarakat sekarang masih diliputi kebingungan. Pejabat eselon II setingkat asisten saja ternyata juga masih mengaku bingung,'' ungkap Ketua Forum Komunikasi Partai Politik Peserta Pemilu (FKP4) Heriyanto Poerwo, Senin (5/1) kemarin.

Padahal ketika penjelasan cara mencoblos itu harus dilakukan oleh partai peserta pemilu, bisa jadi itu dapat dibidik sebagai langkah mencuri start kampanye.

Hal itu dapat dijerat dengan pidana pelanggaran mekanisme pemilu. Yang ironis, massa pemilih tega dibiarkan bingung soal pencoblosan tersebut.

Berbeda

Pemilu 2004, ujar Bupati H Begug Poernomosidi SH, berbeda dari penyelenggaraan pemilu sebelumnya baik sistem, mekanisme maupun aturannya.

Yang jelas, pemilih tidak sekadar mencoblos tanda gambar partai peserta pemilu. Dalam Pemilu 2004 akan dilaksanakan dua agenda penting. Yakni selain memilih langsung anggota DPRD, DPD, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota, juga memilih langsung presiden dan wakil presiden.

Ketua KPU Wonogiri Drs Djoko Purnomo mengatakan, sosialisasi pemilu pada masyarakat pemilih menjadi kegiatan penting bagi kesuksesan pemilu. ''Kami berupaya menempatkan kegiatan sosialisasi ini pada prioritas pertama. Di samping untuk tujuan pembelajaran masyarakat, sekaligus sebagai implementasi memberikan pelayanan kepada masyarakat,'' jelasnya.

Sesuai dengan tahapan yang telah diagendakan, ujar Djoko, KPU telah menyosialisasikan ke masyarakat, seperti membagikan keping VCD berisi materi penyuluhan cara mencoblos kepada 25 camat dan 294 kades/lurah se-Kabupaten Wonogiri.

''Kami juga membagikan ribuan leaflet dan rajin mengisi siaran interaktif rubrik pemilu setiap Kamis di RSPD Wonogiri,'' katanya.

KPU Wonogiri juga akan memberdayakan institusi RT dan RW di bawah koordinasi panitia pemungutan suara (PPS), untuk dijadikan ujung tombak pembelajaran kepada masyarakat soal teknis mengikuti pemilu. Caranya, RT dan RW akan diberi alat peraga untuk memudahkan pemberian tuntunan teknis tentang cara mencoblos yang benar. (Bambang Pur-81j)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA