logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 6 Januari 2004 Sala  
Line

SAR Temukan Rok Wanita dan Bau Bangkai di Merapi

BOYOLALI-Tim SAR Kabupaten Boyolali, Senin kemarin sekitar pukul 14.00 menemukan rok wanita di kawasan Gunung Merapi, tepatnya di daerah Balong dengan ketinggian sekitar 1.500 meter dari permukaan laut. Tidak jauh dari lokasi penemuan rok, anggota tim juga mencium bau bangkai manusia.

''Dari bau bangkai dan penemuan rok tersebut, saya menduga ada warga yang meninggal. Apakah wanita itu meninggal karena gantung diri atau terjebak saat mendaki gunung, hingga kini saya belum mengetahui. Tetapi yang pasti ada mayat di kawasan Gunung Merapi,'' tandas Ketua Tim SAR Kabupaten Boyolali Y Kurniawan FP SSos, kemarin.

Dugaan ada mayat di kawasan gunung, lanjut dia, juga diperkuat penemuan tas yang berisi minuman dalam kemasan, makanan, dan perbekalan lainnya. Tas ditemukan oleh warga Desa Surodadi Kecamatan Selo.

Tas yang ditemukan tergeletak di kawasan Balong itu diduga kuat milik mayat wanita yang hingga kini belum diketahui identitasnya.

Disembunyikan

Tiga hari menjelang tahun baru, Tim SAR disiagakan pada jalur pendakian Merapi-Merbabu. Setelah hampir enam hari mengamankan jalur pendakian, salah seorang anggota mendengar informasi dari warga ada seorang wanita terjebak.

Atas informasi itu, tim melakukan pencarian di kawasan Balong. Usaha pencarian juga dibantu warga Desa Surodadi.

Namun, usaha pencarian yang dilakukan selama tiga hari tidak membuahkan hasil. Senin kemarin sekitar pukul 14.00 beberapa anggota tim menemukan rok wanita dan mencium bau bangkai.

Tidak lama kemudian warga melaporkan menemukan tas.

''Ini menambah keyakinan ada mayat wanita di kawasan Gunung Merapi,'' kata Kurniawan.

Selama pencarian, pihaknya juga mendirikan tenda atau base camp di kawasan Gunung Merapi. Tempat itu sebelumnya juga digunakan untuk memantau pendakian warga ke Merapi-Merbabu guna merayakan pergantian tahun. Karena selama tiga hari tak menemukan mayat, untuk sementara Tim SAR ditarik.

Apakah ada kendala dalam melakukan pencarian mayat, Kurniawan mengatakan kendala yang dihadapi di luar teknis. Konon mayat tersebut masih disembunyikan oleh roh halus yang menunggu kawasan Gunung Merapi. Selama belum diperlihatkan kepada khalayak, tidak mungkin mayat itu bisa ditemukan.

''Percaya atau tidak tergantung pada tiap individu. Yang pasti, cerita itu kini berkembang di desa sekitar gunung,'' ujarnya. (shj-81k)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA