logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 6 Januari 2004 Sala  
Line

Wonogiri Ekspo di Jakarta (1)

"Jangan Puas dengan Pasar Lokal Saja"

Pemkab Wonogiri untuk kali pertama menyelenggarakan ekspo produk unggulan di anjungan Provinsi Jateng Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta. Berlangsung sejak 26 Desember 2003 sampai 1 Januari 2004. Berikut laporan Wartawan Suara Merdeka Bambang Pur yang meliput kegiatan tersebut.

DALAM manajemen pemasaran, aspek promosi menempati porsi yang tidak boleh diabaikan dalam upaya mengenalkan produk guna membuka pasar ke masyarakat konsumen. Promosi diperlukan sebagai langkah awal, sebelum kelak dapat diciptakan pasar dan kepuasan pelanggan (satisfaction costumer).

Namun peranan penting promosi dalam manajemen pemasaran sebuah produk, sering diabaikan para produsen. Terlebih para produsen tradisional, yang sering menganggap biaya promosi merupakan bentuk pemborosan baru yang in-efisien.

''Ini karena pengetahuan ilmu tentang manajemen pemasaran belum dimiliki semua produsen,'' kata Kabag Humas Drs Bambang Eko Sarwono MM.

''Karena itulah lewat gelar Wonogiri ekspo di Jakarta ini, Pemkab Wonogiri berupaya membantu promosi para produsen,'' timpal Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Penanaman Modal (Diperindagkopdal), Drs Poerwanto MM.

Mengapa gelar ekspo di Jakarta? Bukankah selama ini telah berulang-ulang digelar ekspo di Wonogiri? Seperti ekspo pada saat memeriahkan hari jadi di setiap Mei, juga di saat pekan Syawalan Idul Fitri, dan HUT Proklamasi Kemerdekaa RI setiap Agustus?

''Ekspo di Jakarta memang dapat dikatakan sebagai langkah terobosan baru dalam rangka kita proaktif berupaya menjemput bola,'' kata Bupati H Begug Poernomosidi SH.

Kreatif

Sejalan dengan era otonomi daerah, ungkap Bupati, Pemkab dituntut untuk kreatif dalam upaya memajukan dan mensejahterakan rakyatnya.

"Terlebih dalam menyongsong era pasar bebas, untuk memasarkan produk unggulan, kita jangan puas dengan pasar lokal saja. Untuk menembus pasar nasional dan juga internasional, diperlukan langkah baru demi memperluas jaringan promosi. Kalau kita nguthek (terpaku) pada pasar lokal saja, kapan kita mampu memperluas jangkauan pasar?'' ujar Bupati.

Bupati menuturkan, percepatan perkembangan zaman harus disikapi dengan cara-cara yang kreatif dan inovatif. Gelar ekspo di ibu kota menjadi salah satu wujud untuk menyikapi perkembangan zaman. ''Ini kali pertama dilakukan Pemkab di Jateng,'' kata Bupati.

Zainal Abidin dan Sudiyono, keduanya dari Diperindagkopdal Wonogiri, menyatakan potensi produk unggulan yang dipamerkan di arena Wonogiri ekspo meliputi hasil pertanian agroindustri kualitas ekspor.

Seperti kacang mete (cashew kernel), tepung tapioka, sirup glukosa, ubi kayu, chip (gaplek rajangan), janggelan (cincau), buah-buahan segar, serat agel rumput mendhong, jamu tradisional, dan produk tas bahan agel mendhong.

Disusul hasil tambang berupa batuan serbuk, brongkalan, dan batu hias berbentuk kerajinan. Juga dijajakan batu mulia dalam aneka bentuk, termasuk didalamnya batu akik mata cincin.

Dipamerkan pula potensi industri kerajinan tatah sungging wayang kulit, anyaman bambu, batik, kerajinan kulit, mebel (furniture), gerabah, kerajinan lukis kaca dan kerajinan dari bahan akar wangi.

Berikut aneka hasil potensi ternak dan perikanan, beragam industri makanan olahan serta memamerkan pula berjenis potensi pariwisata Wonogiri.(34s)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA