
| Selasa, 6 Januari 2004 | Sala |
''Orangnya Kurus Tinggi dan Memakai Kopiah''WAJAH Satpam Subur Joko Haryanto masih tegang. Dia belum bisa melupakan aksi penjahat yang menempelkan pistol di dahinya. Meskipun masih gemetar, warga Indronoto RT 3 RW 3 Desa Ngabeyan itu berusaha menjawab semua pertanyaan penyidik di Mapolsek Kartasura. Dia menuturkan, dirinya tidak mengira kantor yang dijaganya malam itu bersama temannya, Sadino bakal kedatangan perampok. Ketika itu dia berada di ruang jaga di bagian depan, sedangkan temannya di belakang. Mendadak ada enam orang tak dikenal melompati pagar bagian barat. Kawanan langsung mengepung dirinya, bahkan seorang pelaku langsung menodongkan pistol di dahinya. Pelaku mengancam dirinya agar tidak berteriak. Mereka juga memaksa untuk memberi tahu tempat penyimpanan uang. Namun karena ketakutan, Subur tidak bisa bicara. ''Saya masih ingat orangnya kurus tinggi sekitar 165 cm. Pelaku memakai jaket hitam dan celana jins biru dan memakai kopiah atau penutup kepala. Namun terus terang saya tidak tahu ciri pelaku lain,'' ujarnya kepada petugas. Seorang pelaku lalu mengambil kunci kantor yang tergantung pada dinding. Tak lama kemudian dia melihat Sadino ditodong pistol dan dipaksa masuk ruang penjagaan satpam. Keduanya lantas diikat di bagian tangan dan kaki. Pelaku juga menutup mulut kedua satpam tersebut dengan lakban agar tidak bisa berteriak. Setelah pelaku kabur, imbuh Subur, dia berusaha melepas lakban di mulutnya dengan cara menggesek-gesekan ke bagian pintu. Selanjutnya dengan susah payah, ikatan di tangan dan kaki pun berhasil dilepas. Setelah bebas, mereka bergegas memberi tahu asisten penjualan, Budiyono melalui telepon. Baru setelah itu, mereka melapor ke Mapolsek Kartasura. ''Begitu berhasil melepas ikatan, saya langsung menelepon Pak Budiyono tentang kejadian tersebut.'' (Joko Murdowo-34s) |