
| Selasa, 6 Januari 2004 | Sala |
Kantor Penjualan PT Sosro Dirampok
KARTASURA-Enam perampok bersenjata api beraksi di PT Sasanamulya Tirta Mukti, Kantor penjualan PT Sosro di Jalan Indronoto III No 18, Desa Ngabeyan, Kartasura, dini hari kemarin. Kawanan perampok membawa kabur brankas berisi uang tunai Rp 40 juta setelah melumpuhkan dua satpam. Keterangan yang dihimpun Suara Merdeka dari lokasi kejadian menyebutkan, sekitar pukul 04.00 Satpam Subur Joko Haryanto (42) bertugas menjaga kantor bagian depan. Saat itu, mendadak enam pria tak dikenal masuk kantor dengan memanjat tembok bagian barat. Satpam tak sempat melawan karena langsung ditodong pistol salah seorang pelaku. Di bawah todongan senjata api, tangan dan kaki diikat serta mulut dilakban. Setelah itu, pelaku mengambil kunci kantor yang berada di dinding kantor jaga. Seusai melumpuhkan Subur, pelaku juga melumpuhkan satpam lain, Sadino (39), kemudian diikat bersama Subur. Setelah itu kawanan penjahat itu pun dengan leluasa beraksi di kantor yang sudah kosong tersebut. ''Saat mau berteriak minta tolong, tiba-tiba saya ditodong dengan pistol salah seorang perampok,'' ujar Subur. Pelaku mengacak-acak ruang administrasi, ruangan tempat menyimpan brankas, dan ruang pimpinan. Di ruang administrasi, perampok merusak loker. Pelaku juga masuk ke ruang pimpinan dengan cara merusak kunci pintu. Beruntung tiga buah amplop berisi sejumlah uang yang terletak di dalam loker tidak diambil penjahat. Namun mereka membawa kabur brankas berisi uang tunai Rp 40 juta dan bilyet giro Rp 700.000. ''Perampok membawa lari brankas dengan cara diseret dan kabur dengan mobil.'' Setelah pelaku kabur, kedua Satpam itu pun berusaha melepaskan tali ikatan. Lakban penutup mulut dapat dilepas dengan cara menggesek-gesekkan pada pinggir pintu. Setelah ikatan lepas, Subur menelepon Budiyono, karyawan bagian penjualan. Selanjutnya mereka bertiga melaporkan kejadian ke itu Mapolsek Kartasura. Disetorkan Bank Supervisor perusahaan Anto Wijaya menuturkan, uang yang tersimpan di brankas rencananya disetorkan ke bank, Senin pagi. ''Uang tersebut adalah setoran hasil penjualan dua hari, Jumat dan Sabtu (3/1). Karena bank pada Sabtu tutup, menurut rencana disetorkan Senin. Sayang belum sempat disetorkan brankas dibawa kabur penjahat,'' ujarnya. Dihubungi terpisah, Kapolres Sukoharjo AKBP Drs Bambang Rudy Pratiknyo SH MM mengatakan, pihaknya sudah mengejar para pelaku. Dia menyayangkan pihak manajemen yang belum memberikan data lengkap mengenai barang atau uang yang hilang. Pihaknya baru bisa meminta keterangan dari satpam yang bertugas dan memeriksa sidik jari di lokasi. Kapolres menduga ada keterlibatan orang dalam pada kasus tersebut. ''Memang ada dugaan ke arah itu, namun semua tetap kita selidiki. Alasannya, pelaku sangat paham lokasi dan seusai kejadian satpam tidak langsung lapor polisi. Memang sejak kasus perampokan di Goro beberapa waktu lalu, kami sudah mengimbau para pengusaha agar tidak menginapkan uang di brankas karena risikonya sangat besar.'' (G10-34s) |