logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 6 Januari 2004 Olahraga  
Line

SSS dan Garuda Desak Kompetisi Antarklub Diputar

SEMARANG - ''Kompetisi antarklub itu hukumnya wajib, tidak bisa ditawar-tawar dan harus segera diputar!'' Pernyataan bernada ''heroik'' itu disampaikan Ganang Ismail, Ketua Umum PS SSS dalam pertemuan semeja dengan PS Garuda di Kafe Segara, Hotel Graha Santika, Minggu malam lalu. Para pengurus kedua klub mengadakan pembicaraan serius untuk membentuk embrio forum klub-klub anggota PSIS Semarang.

Hadir dalam pertemuan tersebut Amir Machmud NS, Samsuri, HB Bahreisy Gozali, Edy Paryono (SSS), Iwan Anggoro, Johar Lin Eng, dan Atmadji (Garuda). Mereka sepakat untuk merumuskan hasil pertemuan, mengajak diskusi klub-klub lain, lalu mengusulkan kepada pengurus PSIS untuk memutar kompetisi divisi I, II, dan III.

''Tanpa ada kompetisi, bagaimana klub-klub bisa menguji hasil pembinaan dan latihan-latihannya? Tanpa kompetisi, bagaimana klub bisa menetapkan target? Bagaimana kita memotivasi diri untuk membina pemain?'' tanya Ganang sembari menambahkan, yang dibutuhkan klub-klub sekarang sebenarnya hanya rekomendasi, dan klublah yang secara bottom up memprakarsai berputarnya kompetisi.

Idealnya, kata mantan manajer PSIS ini, konsentrasi pengurus dibagi antara fokus ke Liga Indonesia dengan fokus ke pembinaan klub-klub anggotanya. ''Yang mengurus tim di Liga, ya serahkan kepada project officer seperti zaman saya dulu, sehingga pengurus yang lain tetap punya perhatian untuk memutar kompetisi. Jadi jangan hanya memfokuskan garapan ke tim Liga saja,'' tuturnya.

Tetap Eksis

Iwan Anggoro menambahkan, pihaknya sudah beberapa kali menyerukan pentingnya memutar roda kompetisi yang mandek sejak 2001. ''Saya sudah berkali-kali meyakinkan kepada pengurus bahwa klub-klub butuh forum menguji hasil latihannya. Tetapi tampaknya pengurus PSIS masih lebih asyik berorientasi hanya ke tim di Liga Indonesia,'' ujarnya.

Edy Paryono menimpali, ada sejumlah klub yang tetap eksis di Semarang, bahkan dengan anggota yang berlimpah, dan itu jelas membutuhkan kanalisasi kompetisi.

''Katakanlah misalnya lewat kompetisi pemain dirangsang untuk bisa diseleksi masuk ke tim PSIS di Liga Indonesia. Kalau tidak ada kompetisi, bagaimana kita bicara tentang tahapan-tahapan pembinaan?'' kata pelatih yang kini mendampingi Ivan Kolev di timnas Pra-Piala Dunia dan Piala Asia itu.

Forum dua klub itu juga sepakat memelopori pembentukan kelompok kerja (Pokja) untuk mengusulkan hak-hak klub apabila ada pemainnya yang diambil PSIS ke tim Liga Indonesia. ''Tetapi itu persoalan nanti, yang penting kompetisi harus jalan dulu,'' kata Johar Lin Eng. (C10-77)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA