
| Selasa, 6 Januari 2004 | Olahraga |
Presiden Minta PON DipercepatJAKARTA - Presiden Megawati Soekarnoputri minta Gubernur Sumatera Selatan Syahrial Oesman untuk melaporkan lagi rencana dipercepatnya kegiatan PON di Palembang yang semula dijadwalkan bulan September 2004. "Presiden minta saya menyampaikan laporan lagi bulan Maret atau April," kata Syahrial. Di Istana, Syahrial mengatakan akan berbicara dengan pimpinan KONI Pusat untuk mempercepat penyelenggaraan PON itu sehingga dimulai tanggal 3 September 2004, dengan alasan jika tetap pada jadwal semula para peserta PON akan kesulitan menggunakan hak pilih mereka pada proses pemilihan presiden dan wakil presiden. Syahrial menyebutkan jika PON XVI tetap dilaksanakan seperti jadwal semula, maka para atlet dan ofisial akan mengalami kesulitan untuk menggunakan hak pilih mereka pada proses pemilihan presiden dan wakil presiden. Karena itu, Syahrial telah berbicara dengan pimpinan KONI Pusat untuk mempercepat kegiatan PON itu sehingga dimulai tanggal 3 September 2004. Ia menyebutkan para atlit terutama yang berasal dari kawasan timur Indonesia akan sulit menggunakan hak pilihnya jika PON tetap berlangsung 10-23 September. Ia menyebutkan pembangunan prasarana fisik seperti stadion dan tempat-tempat pertandingan telah mencapai 70 persen dan diharapkan tanggal 21 Juni seluruh pembangunan prasarana fisik itu sudah selesai. Belum Ada Rencana Sementara Sekjen KONI Pusat Djohar Arifin menyatakan hingga saat ini belum ada rencana mempercepat jadwal penyelenggaraan PON di Palembang berkaitan dengan Pemilu. "Kita sudah mengutus pengurus KONI untuk bertemu dengan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), tidak ada masalah dengan penjadwalan PON sehingga diharapkan berjalan sesuai dengan jadual semula," ujar Djohar ketika ditemui wartawan di ruang kerjanya di Jakarta, Senin. Pernyataan Djohar tersebut menjawab pertanyaan wartawan yang mengkonfirmasi tentang keinginan Presiden Megawati Soekarnoputri untuk mempercepat kegiatan PON yang semula dijadwalkan 10-23 September 2004. Menurut Djohar, pihaknya sudah menyampaikan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Agustus lalu, bahwa pada tanggal 10-23 September akan diselenggarakan PON sehingga diharapkan Pemilu tidak terganggu oleh PON. "Jadwal di KPU menunjukkan bahwa pada tanggal yang bersamaan dengan PON adalah masa kampanye presiden, tetapi kalau jadual itu bersamaan dengan pemilihan presiden pasti ada pergeseran," katanya. "Tetapi Gubernur mengatakan belum ada jadual pergeseran PON," tambahnya. Meskipun begitu Djohar mengatakan jika pergeseran jadwal itu hanya dimajukan atau dimundurkan sepekan masih bisa ditolerir. "Tetapi untuk mundur dari 2004 kemungkinan kecil". Mengenai persiapan prasarana fisik untuk PON, Syahrial mengatakan sudah mencapai 70 persen dan diharapkan bulan Juni sudah selesai. (ant-57) |