
| Selasa, 6 Januari 2004 | Olahraga |
Purwanto Turun, Djibril Tak PastiSEMARANG- Kondisi Purwanto, striker tim nasional Indonesia di SEA Games XXII Vietnam, sudah mulai membaik. Diperkirakan saat menghadapi PSM Makassar Rabu besok, dia bisa dimainkan. Tetapi PSIS kemungkinan tak akan diperkuat oleh Dialo Abdoelaye Djibril, karena cedera paha kiri pemain tersebut kambuh lagi. Dalam latihan sore kemarin, pemain asal Guinea itu hanya duduk-duduk di sisi lapangan ketika rekan - rekan setimnya bermain game di lapangan. M Irfan disiapkan sebagai pengganti. ''Pembengkakan paha kirinya kambuh, karena itu Irfan kami siapkan. Kalau Purwanto, oleh dokter sudah dinyatakan sembuh. Tapi kami masih harus melihat kesiapannya pada latihan besok (pagi ini-red),'' tutur pelatih kepala Cornelis Soetadi seusai latihan, sore kemarin. Tetapi Purwanto sendiri kepada wartawan mengaku masih merasakan pusing - pusing. ''Saya paling suka orang yang mau jujur, kalau tidak siap katakan saja tidak siap, kami lebih senang seperti itu,'' tandas Soetadi. Setelah tiga pemain muda, Denny Rumba, Eko Prasetyo Arianto dan Yusuf Sutan Mudo dilarang turun oleh PSSI, materi yang diturunkan Rabu besok tampaknya tidak akan jauh berbeda dengan ketika menang 1 - 0 atas Persipura Jayapura, hari Minggu lalu. Di sayap kanan diisi Lilik Suheri, di kiri Sasi Kirono. Irfan menggantikan peran Djibril, dan Purwanto bakal dipadukan dengan Roberto Kwateh bergantian dengan Indriyanto Nugroho di lini depan. Purwanto sendiri sudah terlihat sehat. Dalam latihan kemarin, tidak tampak kalau dirinya sakit. Dia mampu menjalankan program latihan yang berdurasi sekitar 40 menit. ''Kalau Purwanto siap, harus betul - betul siap, sehingga tidak menyulitkan kami.'' Bisa Diatasi Tentang calon lawannya, Soetadi optimis anak - anak asuhannya bisa mengatasi tim yang dilatih arsitek asal Republik Ceko Miroslav Janu tersebut. Keyakinan itu didasarkan pengamatannya di Piala Bang Yos di Jakarta, awal Desember lalu. Hanya, waktu itu PSIS berbeda pul dengan PSM. Tetapi kedua tim sama - sama tidak lolos ke semifinal. Yang membuat Soetadi optimis, Persija sebagai juara Bang Yos, Minggu lalu ditahan 1 - 1 oleh Persita. ''Hasil itu yang membuat saya optimis. Di Piala Bang Yos, kami bisa menahan seri 1 - 1 dengan Persita. Jadi dari gambaran itu, PSM saya kira tak terlalu mengkhawatirkan,'' tandasnya. Sistem bonus yang baru juga menjadi tambahan motivasi bagi tim, karena bonus yang disediakan hanya untuk pemain, sementara bonus untuk ofisial dianggarkan tersendiri. Jika mampu mengalahkan PSM, bonus yang diterima akan lebih besar dari ketika menang 1 - 0 atas Persipura. Maklum, bonus selalu diakumulasikan dari bonus sebelumnya. ''Kalau bisa menang, menang, dan terus menang, tentunya bonus yang diterima semakin besar. Jika tidak salah, bonus pertama sebesar Rp 18,5 juta, dan kalau menang terus diakumulasikan.'' Makanya Soetadi meminta kepada tim, kesempatan yang baik ini benar - benar dimanfaatkan. ''Bonggo Pribadi (asisten pelatih-red) yang memberitahu itu, setelah bertemu manajemen tim.'' Sementara itu, pelatih fisik Drs Djanu Ismanto MS mengatakan, pemain dalam kondisi siap tempur, kendati staminanya sempat terkuras saat berhadapan dengan Persipura. ''Pemulihan stamina hanya butuh waktu 24 jam, sementara kami ada kesempatan istirahat 2 x 24 jam,'' tandasnya. (C16-77) |